batampos.co.id – Kawasan bursa kerja Multi Puspose Hall (MPH) Batamindo di Mukakuning, Seibeduk dipenuhi ribuan pencari kerja, Selasa (19/11/2019) pagi.

Mereka berjubel berebutan memasukan berkas lamaran yang dibuka oleh PT Patlite Indonesia.

Meskipun banyak lamaran yang masuk, namun hanya sedikit yang diterima. Sebab manajemen PT Patlite hanya membutuhkan lima orang tenaga admin.

Pantauan di lapangan, proses memasukan lamaran cukup rumit. Selain harus berdesak-desakan, tinggi badan juga harus diukur.

Jika tidak sesuai dengan kriteria tinggi badan yang ditentukan, maka berkas lamaran tidak diterima.

Namun, kriteria tersebut tidak menyurutkan niat para pencaker yang mungkin saja tinggi badannya pas-pasan.

Dua orang pencari kerja menyerahkan berkas lamaran kepada bagian SDM PT Patlite di MPH Batamindo. Meski yang dibutuhkan hanya lima orang, ribuan para pencari kerja rela berdesak-desakan untuk mengantre mengajukan surat lamaran kerja. Foto: Eja/batampos.co.id

Mereka tetap ikut antre untuk beradu keberuntungan meskipun hasil akhirnya berkas lamaran mereka tidak diterima.

Hal itu pun membuat petugas keamanan kawasan kewalahan. Agar berjalan lancar petugas membuat jalur antre dan alat pengukur tinggi badan sesuai yang diminta pihak perekrut.

“Yang rasa diri (tinggi badan) tak sampai silahkan keluar dari antrean karena berkas lamaran tidak akan diterima,” ujar petugas keamanan.

Serlin, salah satu pencaker yang gagal dengan kriteria tinggi badan ini mengaku tak kecil hati.

Sebab hampir semua lowongan kerja yang dibuka di MPH Batamindo memiliki kriteria tinggi badan tersendiri.

Dia sudah terbiasa dengan persoalan seperti itu. Ia mengaku hampir tiga bulan terakhir selalu beradu nasib dengan para pencaker lainnya di MPH.

“Biasa itu. Sudah sering aku kek gini. Mungkin belum beruntung. Besok tetap datang lagi. Apalagi mau ada job fair di sini katanya,” ujar wanita muda yang mengaku tinggal di Seibeduk tersebut.(eja)