batampos.co.id – Sebanyak 323 twin block rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dibutuhkan di Batam untuk mencukupi kebutuhan hunian bagi warga Batam, khususnya penduduk di rumah liar (ruli).

“Data per 2017 kemarin, ada 40 ribu kepala keluarga (KK) yang tinggal di ruli,” kata Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar, Selasa (19/11) di Gedung BP Batam.

Untuk membangun 323 twin block membutuhkan lahan seluas 161,5 hektar. Sedangkan estimasi untuk membangun satu twin block itu sekitar Rp 25,5 miliar.

“BP punya lahan, tapi tak punya dana untuk membangunnya,” tambah Dendi.

Di Batam, BP belum memiliki data terbaru jumlah ruli. Data yang ada sekarang masih berpatokan pada data tahun 2016.

Rumah liar tampak padat di Baloi Kolam, Seipanas, Batamcentre yang berdekatan dengan apartemen pencakar langit. di kota Batam saat ini diperkirakan ada 40 ribu Kepala Keluarga (KK) yang menetap di rumah liar. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Adapun 323 twin block itu terdiri dari 269 twin block tipe 21 dan 54 twin block tipe 27. Tapi jumlah kebutuhan ini bisa bertambah sesuai dengan estimasi jumlah tenaga kerja hingga tahun ini.

Tiga tahun lalu, jumlah ruli di Batam diperkirakan mencapai 85.950 unit. Dengan rincian di Baloi Kebun 2.150 unit, Baloi Kolam 8 ribu unit, Batu Batam 200 unit, Kampung Nanas 5 ribu unit, Kampung Air 5 ribu unit dan Seraya Pelita 450 unit.

Kemudian Tangki 1000 3 ribu unit, Tanjunguma 6.500 unit, Batuampar 5 ribu unit, Tanjungsengkuang 1.000 unit, Bengkong 6.500 unit, Simpang Dam 3 ribu unit, Depan Rusun 750 unit, BCK Muka Kuning 200 unit, Piayu 3.500 unit dan Bandara 3 ribu unit,

Serta di Punggur 1.500 unit, Nongsa 2.500 unit, Tanjunguncang 7.500 unit, Tanjungriau 1.000 unit, Kawasan Industri Sekupang 1.800 unit, Kampung Becek 1.200 unit, Lembah Biawak 700 unit, Kampung Karyawan 4.500 unit, Batamcentre 3 ribu unit, Tembesi Batuaji 7 ribu unit dan Kampung Aceh 2 ribu unit.(leo)