batampos.co.id – Sejumlah kios liar di Batam tak kunjung ditertibkan. Padahal sejak tahun lalu Pemko Batam sudah mengagendakan penertiban kios liar yang merusak tata kota dan lingkungan di Batam.

Yang pertama diagendakan adalah menertibkan kios liar di Simpang Tembesi yang terlihat kumuh dan kerap menye-babkan kemacetan. Padahal jalan tersebut adalah jalan satu-satunya menuju kawasan pariwisata Barelang yang kerap dilewati turis mancanegara.

”Memang jadi terlihat agak kumuh. Harusnya jalan yang dilalui wiasatawan harus terlihat rapi dan indah agar membawa kesan baik. Bukan malah kumuh dan menyebabkan kemacetan,” kata Firdan, warga Perumahan Putri Tujuh.

Selain itu, kios liar yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Aviari seken, Batuaji, dan juga kios liar di Simpang Basecamp, Batuaji, tak kunjung ditertibkan. Bahkan untuk membangun kios tersebut, pohon dan taman pun dirusak.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Sejumlah warga sudah banyak yang komplain dan berharap kios tersebut untuk dibongkar, tetapi pemerintah tidak menanggapinya. Bahkan pengusaha ruko banyak yang kecewa karena banyaknya kios liar yang masih tetap berdiri.

”Katanya kios liar Aviari seken ini mau dibongkar tapi tidak ada juga. RTH ini seharunya dijadikan taman bukan jadi tempat komersil. Dan ini tak adil bagi pengusaha yang bayar pajak,” kata Nimrot, warga Batuaji.

Sebelumnya Camat Batuaji, Ridwan, mengatakan bahwa kios liar di sana akan segera dibongkar. Bahkan ia sudah menyurati Satpol PP untuk melakukan pembongkaran.

”Kita sudah layangkan surat. Yang jelas memang bahwa di sana tidak boleh ada kios. Itu ruang terbuka hijau,” katanya.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan bahwa di kedua titik tersebut memang tidak boleh ada kios liar. Apalagi saat ini sedang dibangun jalan jalur dua Batuaji-Sekupang, maka kios liar di Basecamp harus dibongkar. ”Kalau memang dibangun di RTH ya tidak bisa,” katanya.  (ian)