Rabu, 8 April 2026

Tekan Infalasi, Pemko Batam Hadirkan Kios Pangan Mobile

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam kembali menggelar pasar murah di sejumlah lokasi.

Kios pangan mobile ini berkeliling dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menyediakan komoditas dengan harga yang lebih murah dari pasar.

Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan, kios pangan mobile menjual pangan yang berpotensi inflasi. Salah satunya cabai yang hingga saat ini harganya masih tinggi di pasaran.

”Cabai dan sayuran ini kami ambil langsung dari petani. Kami juga memberikan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak untuk kendaraan) agar harganya bisa lebih murah dari harga pasar,” kata dia, Selasa (19/11/2019).

“Ini salah satu bentuk perhatian kami terhadap petani,” jelasnya lagi.

Kios mobile ini diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk intervensi pasar. Meskipun saat ini, baru ada satu mobil yang berfungsi sebagai kios pangan mobile.

”Pastinya kami butuh lebih dari satu (kios pangan mobile) kalau mau maksimal,” katanya.

Pemko Batam menghadirkan kios pangan mobile. Kios pangan mobile ini berkeliling dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menyediakan komoditas dengan harga yang lebih murah dari pasar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Sementara, kita manfaatkan saja yang ada dulu. Yang paling penting itu kami turun operasi pasar. Alhamdulillah antusias warga cukup baik,” tambahnya.

Mardanis menambahkan, kios mobile ini juga membantu petani lokal dalam memasarkan hasil tani mereka.

Saat ini, hasil tani lokal sudah meningkat. Untuk cabai saja sekarang sudah banyak petani yang mengembangkan dan berhasil.

”Mungkin hasilnya belum bisa meng-cover semua kebutuhan. Namun, dengan adanya cabai lokal ini, berarti mereka berusaha menghadirkan pangan untuk masyarakat,” jelas Mardanis.

Ia menyebutkan, kegiatan kios pangan mobile beberapa sudah dilaksanakan di Kelurahan Sambau, Nongsa dan Pesona Asri, Batam Center serta beberapa titik lainnya.

”Kalau melihat responsnya sangat baik, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan berlanjut,” katanya.

“Yang penting kami sebagai DKPP mencoba menjalankan kewajiban untuk menyediakan pangan,” tambahnya.

Mantan kepala Disdukcapil ini menargetkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sebanyak 20 persen dari kebutuhan yang ada saat ini.

”Misalnya kebutuhan 20 ton. Minimal petani lokal bisa memenuhi 4 ton,” imbuhnya.(yui)

Update