batampos.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan tiga kawasan di Batam di dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (Ripparnas).

“Ketiganya yakni Belakangpadang, Nongsa, dan Pulau Abang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, Rabu (20/11).

Ditanya perihal kekhasan ma­sing-masing kawasan, Ardiwinata menyebutkan akan dikembangkan lagi dalam Rencana Induk Pengembangan Wisata Daerah (Riparda).

“Sekarang kan sedang susun RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) dan RDTR (rencana detail tata ruang), akan ke sana semua dan bicara kekhasan masing-masing nanti, semua akan beriringan,” imbuh dia.

Namun demikian, ia mengungkapkan sejatinya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, ingin zonasi pariwisata ada di setiap kecamatan. Dengan menonjolkan kekhasan masing-masing kecamatan diharapkan pariwisata berkembang di setiap wilayah.

ilustrasi
REUTERS/Beawiharta

“Ke depan kami juga harus pikirkan ada night market di Batam ini,” imbuhnya.

Selain pengembangan zona pariwisata, yang juga tengah dipikirkan untuk 20 tahun ke depan adalah tersedianya satu ruang terbuka yang luas, selain Engku Putri, yang digunakan untuk konser bertaraf internasional.

“Mulai dipikirkan juga event internasional seperti F1 dan GP di Nongsa sangat memung¬≠kinkan, sarana pendukung seperti hotel sudah mulai bermunculan. Juga perlu ada satu zonasi untuk event games, seperti untuk digelar PON, Sea Games dan lain-lain,” katanya.

Seperti diketahui, Pulau Abang di Galang terkenal dengan destinasi wisata bahari yang menawarkan wisata menyelam snorkeling, dan pantai-pantai berpasir putih di beberapa pulau kosong.

Sementara Belakangpadang memiliki potensi wisata tradisional dan historis. Lalu Nongsa, menawarkan pantai dengan berbagai karakter pemandangan yang berbeda. (iza)