batampos.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan tiga kawasan di Kota Batam masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (Ripparnas).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, mengatakan, ketiga kawasan yang dilirik Kemenparekraf yakni Belakangpadang, Nongsa dan Pulau Abang.

Ditanyai perihal kekhasan masing-masing kawasan, Ardiwinata menyebutkan akan dikembangkan lagi dalam Rencana Induk Pengembangan Wisata Daerah (Riparda).

“Sekarangkan lagi sedang susun RTRW dan RDTR, akan ke sana semua (bicara kekhasan) nanti, semua akan beriringan,” imbuhnya.

Namun demikian, ia mengungkapkan sejatinya Wali Kota Batam Muhammad Rudi, ingin zonasi pariwisata ada di setiap kecamatan. Dengan menonjolkan kekhasan masing-masing kecamatan.

Becak berjejer di Jalan dekat Langlang Laut Belakangpadang. Kemenparekraf memilih tiga wilayah yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata, salah satunya Belakangpadang. Foto: Adiansyah/batampos.co.id 

“Ke depan kita juga harus pikirkan ada nigth market di Batam ini,” jelasnya.

Selain pengembangan zona pariwisata, yang juga tengah dipikirkan untuk 20 tahun ke depan adalah tersedianya satu ruang terbuka yang luas, selain Engkuputri, yang digunakan untuk konser bertaraf internasional.

“Mulai dipikirkan juga iven internasional seperti F1 dan GP di Nongsa sangat memungkinkan, sarana pendukung seperti hotel sudah mulai bermunculan,” jelasnya.

“Juga perlu ada satu zonasi untuk iven games, seperti untuk digelar PON, Sea Games dan lain-lain,” pungkasnya.(iza)