batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karimun optimis ekonomi di Kabupaten Karimun tumbuh lima persen di 2020 mendatang.

Ketua Apindo Karimun, Alex Ng atau Dwi Untung, mengatakan, meski beberapa tahun belakangan ekonomi Karimun rendah, namun di 2020 diyakini akan lebih baik.

”Kita selalu optimis terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya, Kamis (21/11/2019).

Dijelaskannya, indikator pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, dapat dilihat dari mulai beroperasinya perusahaan milik Italia yaitu PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) yang bergerak dibidang pabrikasi migas.

Perusahaan tersebut kata dia, akan membutuhan tenaga kerja cukup banyak dan diprediksi mencapai ribuan orang.

Kemudian, adanya kebijakan pemerintah pusat yang sangat menguntungan daerah menjadi acuan pertumbuhan ekonomi di Karimun.

”Anda bisa lihat sendiri, kebijakan pemerintah pusat sudah jelas sekarang. Dan ini sangat berpeluang bagi para pelaku usaha di sini, untuk mengembangkan usahanya diberbagai sektor usaha,” paparnya.

Ilustrasi kawasan industri. Foto: Dokumentas Batam Pos

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah, untuk membuat terobosan nyata bagaimana bersinergi dengan pelaku usaha dalam rangka mendongkrak ekonomi.

Mulai dari sektor jasa, kolaborasi antara BUMD dan sebagainya. Sehingga, dapat terjalin kerjasama yang memberikan nilai positif terhadap pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

”Jadi antara pengusaha dengan pemerintah daerah harus sejalan,” jelasnya.

“Sekarang, sudah ada komitmen PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun salah satu BUMN untuk melakukan renovasi pelabuhan Tanjungbalai Karimun,” ujarnya lagi.

Dengan beberapa indikator di atas, maka ia memprediksi pertumbuhan ekonomi di kabupaten Karimun pada 2020 mendatang akan tumbuh lebih dari tahun ini.

”Sekarang, kebutuhan listrik dan air bersih sudah tidak ada masalah. Serta paling penting, semua komponen masyarakat harus tetap menjaga kekondusipan suatu daerah,” ucapnya.

Sementara itu Humas PT Azka Anugerah Sejahtera, Muhammad Iqbal, salah satu pengembang perumahan mengungkapkan hal yang sama keoptimisannya untuk pertumbuhan ekonomi di Karimun pada 2020.

Mengingat, untuk berinvestasi rumah masih diminati oleh masyarakat. Mulai dari pelaku usaha pedagang, pegawai swasta, pegawai BUMN, pegawai Pemkab Karimun dan sebagainya.

”Kita optimislah. Sekarang saja, untuk penjualan rumah cukup lumayan. Apalagi,tahun depan pasti lebih banyak lagi masyarakat yang melakukan investasi dalam bentuk properti rumah,” ucapnya.(tri)