batampos.co.id – Ribuan pencari kerja (pencaker) memadati Multi Purpose Hall (MPH) Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, tempat digelarnya bursa kerja oleh Kementerian Tenaga Kerja bersama Dinas Tenaga Kerja Kepri, Himpunan Kawasan Industri Kepri, dan Apindo Kepri.

Bursa kerja diadakan selama dua hari dan diharapkan bisa menyerap dua ribu tenaga kerja.

“Sudah ada 30 perusahaan yang tergabung. Semoga bisa menyerap dua ribu pencari kerja,” ucap Kepala Disnaker Provinsi Kepri, Tagor Napitupulu, Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan, kegiatan ini digelar selama dua hari dengan menggunakan sistem online melalui website e-bursakerja kemnaker.go.id. Namun, karena banyaknya pencaker yang melamar, server Kemenaker langsung down.

“Maka dari pihak Kemenaker telah memberikan solusi yakni membuka lowongan tiap perusahaan menggunakan sistem manual bagi pencaker yang tak bisa mengakses website tersebut,”  jelasnya.

Berdasarkan data dari Disnaker Kepri, angka pengangguran di Provinsi Kepri saat ini mencapai 69 ribu.

Pengangguran terbanyak ada di Batam, yakni 68 ribu.

Job fair ini adalah mempermudah perekrutan tenaga kerja. Sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran,” ujarnya.

“Maka kami panggil sehingga mereka bisa secara langsung merekrut dengan kemudahan sistem online,” paparnya lagi.

Pihaknya juga berencana mengadakan agenda serupa pada tahun depan. Di lokasi yang sama, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, dari 30 target perusahaan yang berpartisipasi telah terpenuhi.

Namun, di hari pertama kemarin terdapat kendala, yakni server Kemenaker yang sempat down.

Ribuan pencaker memadati bursa kerja di MPH Batamindo, Mukakuning, Batam, Kamis (21/11). Bursa kerja ini akan digelar sampai hari ini, Jumat (22/11/2019). Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Kita akan minta sementara di-back up dengan offline saja, memakai sistem manual. Sebab para pencaker sudah rela menungggu sampai server kembali baik,” ucapnya.

Pihaknya mengapresiasi Kemenaker dan Disnaker Provinsi Kepri yang telah menggelar job fair ini.

“Apindo berharap dua ribu orang pencari kerja bisa terserap dari lowongan yang tersedia,” harapnya.

Sementara itu, Kasubdit Bursakerja Kemenaker, Timbultua Panggabean, menuturkan, sebenarnya pengangguran terjadi karena terbatasnya informasi antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia.

“Maka dengan adanya bursa kerja ini kita menjembatani informasi lowongan tersebut sehingga dapat terfokus dalam satu area,” ujarnya.

Ia menambahkan, ternyata animo pencari kerja untuk mendatangi bursa kerja sangat tinggi.

Total ada 12 ribu yang telah tedaftar melalui website Kemenaker. Pihaknya pun menargetkan 50 persen bisa terserap selama dua hari ini.

“Semoga ini bisa bermanfaat agar bisa menekan angka pengangguran di Kepri terutama Batam. Jadi, yang hadir di sini semoga bisa terserap sesuai dengan kompetensinya,” terangnya.

Kegiatan bursa kerja tidak hanya di Batam. Kemenaker juga menggelar acara serupa di sejumlah daerah di Indonesia dengan sistem lamaran online. Sehingga tak heran jika server Kemenaker sempat down.

“Karena server itu juga digunakan untuk pencari kerja di sini mencapai 12 ribu. Belum lagi di berbagai daerah lainnya. Persoalan ini secepatnya bisa teratasi,”  jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan program pemerintah, maka Kemenaker akan mengadakan agenda serupa di tahun-tahun berikutnya tetapi konsepnya adalah talent festival.

Dimana bursa kerja tak hanya mencari pencari kerja di sektor formal tetapi juga sektor informal yang berbasis industri kreatif.

“Jadi, akan kita tampung melalui kegiatan ini dan kita fasilitasi sehingga bisa bertemu dengan mitra dan startup,” katanya.(zis)