batampos.co.id – Eceng Gondok yang mengganggu kualitas dan kuantitas air di Waduk Duriangkang akan segera diberantas pada Desember hingga Januari 2020 nanti.
Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapat arahan dari Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Profesor Gadis Sri Hayati di Gedung Marketing Centre BP Batam, Jumat (22/11/2019).
“Eceng Gondok berada di lokasi seluas 180 hektar, sedangkan luas waduk 2.340 hektar. Memang tidak sampai 10 persen, tapi jangan sampai menunggu lebih banyak berkembang lagi. Nanti makin sulit,” kata Gadis kepada pers.
Dampak negatif Eceng Gondok bagi Waduk Duriangkang yakni tumbuhan air ini dapat menyebabkan evapotranspirasi.
“Evapotranspirasi ini adalah proses dimana Eceng Gondok menguapkan air di waduk,” katanya.

“Kecepatan penguapannya sendiri 13 kali lipat dibanding situasi normal. Lama-lama nanti air waduk bisa surut,” jelasnya lagi.
Gadis melanjutkan, kalau pertumbuhan Eceng Gondok ini sangat cepat. Dalam sehari, Eceng Gondok tumbuh 12 persen dari bobotnya.
“Walau sudah diberantas, bijinya tahan bisa tahunan. Kalau ketemu tempat yang sesuai, maka bisa tumbuh lagi,” jelasnya lagi.
Meski banyak dampak negatif, sebenarnya Eceng Gondok juga memiliki dampak positif yakni dapat membersihkan waduk dari sisa-sisa logam berat hasil limbah dari industri.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam, Hadjad Widagdo, mengatakan, pemberantasan Eceng Gondok akan dibersihkan habis pada awal tahun 2021.
“Kami akan bersihkan pakai harvester bersama dengan FKPD,” tuturnya.
“Nanti ada yang di air dan ada yang di tepi sehingga bisa capai tempat manapun, baru ada conveyor belt untuk menariknya ke buket di tepi,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, BP memang sudah pernah mencoba membersihkannya, tapi tak tuntas makanya tumbuh lagi.
“Eceng Gondok itu bisa ada di waduk karena tercuci masuk dari pertanian ilegal. Sehingga bisa masuk, kemudian mencari beban nutrien sehingga tumbuh pesat,” tuturnya.(leo)
