Sabtu, 18 April 2026

Jalan Gajah Mada Rawan Macet, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

batampos.co.id – Sempat terjadi kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada dari arah Sekupang menuju ke arah Nagoya dan Batam Center, Jumat (22/11/2019) pagi kemarin.

Penyebabnya, dua unit bus dengan nomor polisi, BM 7473 AU dan BP 7865 DY mengalami kerusakan di tanjakan Southlink, sekitar pukul 07.30 WIB.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Barelang, Ipda Victor Hutahean, mengatakan, awalnya, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya kemacetan di kawasan Southlink akibat adanya bus yang rusak.

Usai mendapati laporan itu, ia menuju lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

”Tadi kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Arus lalu lintas sudah lancar sejam kemudian. Untuk bus yang rusak itu sudah kita bantu derek,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, mobil rusak itu menutup jalur sebelah kanan Jalan Gajah Mada dari arah Sekupang menuju Nagoya.

Pengendara yang lewat diminta untuk memperhatikan kecepatan kendaraannya karena kondisi jalan tersebut merupakan pendakian yang cukup menanjak.

Perbaikan Jalan Gajah Mada yang longsor dekat Jembatan Seiladi, Sekupang, terus dilakukan, Selasa (22/10/2019). Ruas Jalan Gajah Mada rawan macet karena kondisi yang sempit dan menanjak. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Atas kejadian ini, ia berharap kepada perusahaan yang memiliki kendaraan besar untuk selalu memperhatikan kondisi mobilnya.

Dimana, sebagian jalanan di Kota Batam cukup menanjak dan kendaraan besar dan berat sering mengalami kerusakan di beberapa jalan dengan kondisi menanjak, seperti di Bukit Daeng, Batuaji maupun di tanjakan Southlink, Tiban.

Jika terjadi kerusakan, otomatis di kawasan tersebut akan mengalami kemacetan panjang.

Selain itu, kondisi Jalan Gajah Mada juga dinilai sangat sempit, tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas.

Bahkan, dari arah Simpang Jam menuju ke Tiban dan melewati Jembatan Seiladi, juga tengah ada proyek perbaikan jalan.

Akibatnya, jalur jadi sempit. Terlebih, jalan tersebut juga belum memiliki jalan alternatif.

”Kami berharap ada solusi dari Pemerintah Kota Batam untuk mengatasi kemacetan dengan adanya jalan alternatif,” paparnya.

“Sehingga apabila terjadi macet dan sebagainya, bisa menggunakan jalan alternatif,” imbuhnya lagi.

Saat ini, Pemko Batam memang berencana untuk membuat jalur alternatif yang meng-hubungkan kawasan Sekupang menuju ke Nagoya tanpa melalui Jalan Gajah Mada.

Yakni, menggunakan jalan lingkar (ring road), yang menghubungkan kawasan Tiban Princess tembus ke arah Jodoh, Batuampar. Namun, itu belum terealisasi hingga kini.(gie)

Update