Selasa, 21 April 2026

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan di Batam Pangan Naik

Berita Terkait

batampos.co.id –  Sebulan jelang Natal dan Tahun Baru, harga berbagai komoditas bahan pangan di Batam berangsur naik.

Bahkan, kenaikan itu sudah mulai terasa sejak sepekan terakhir. Seperti, harga ayam potong segar. Jika sebelumnya harga ayam berkisar Rp 30 ribu per kilogram (kg), kini komoditas lauk pauk itu dijual antara Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per kg.

Rata-rata, harga ayam potong naik hingga Rp 4 ribu per kg. Begitu juga dengan harga telur ayam.

Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu ribu per papan, perlahan harganya naik jadi Rp 43 ribu hingga Rp 45 ribu per papan.

Di Pasar Botania 1 Batam Kota, harga ayam potong segar ditawarkan Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kg.

”Harga ayam baru naik dua hari lalu, dari Rp 34 ribu ke Rp 38 ribu per kg,” ujar pedagang ayam potong di Pasar Botania 1, Anwar, Jumat (22/11/2019).

Menurut dia, tingginya harga ayam memang dari pemasok ayam di wilayah Barelang. Namun, ia tak tahu pasti penyebab harga ayam naik.

”Tak tahu juga penyebabnya naik, memang tinggi dari kandangnya,” katanya.

Hal senada dikatakan Ipang, pedagang ayam potong segar lainnya di pasar yang sama. Menurutnya, harga ayam memang naik. Meski begitu, peminat ayam potong masih tinggi.

”Yang beli masih banyak, seperti biasa. Ada yang pesanan, ada yang beli per kg,” ujar Ipang.

Sedangkan di Pasar Mustafa, Batam Center, harga ayam potong segar Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kg untuk ukuran kecil. Sedangkan ayam potong ukuran besar naik jadi Rp 40 ribu per kg.

”Biasanya cuma Rp 33 ribu atau Rp 34 ribu, sekarang naik Rp 36 ribu. Kalau yang besar sampai Rp 40 ribu,” ujar Aciak, pedagang ayam di Pasar Mustafa.

Warga membeli ayam potong di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (6/11) lalu. Harga ayam potong mulai merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sedangkan di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga ayam potong segar berkisar antara Rp 34 hingga Rp 38 ribu per kg.

Kenaikan harga ayam ini bahkan sudah mulai dirasakan sejak beberapa pekan terakhir.

”Awalnya Rp 28 ribu, naik jadi Rp 30 ribu. Setelah itu naik lagi jadi Rp 34 ribu, sekarang malah ada yang sampai Rp 38 ribu,” ujar Doni, pedagang ayam potong.

Tak hanya harga ayam, harga telur pun naik di pasaran Batam. Biasanya, harga telur ayam hanya Rp 36 ribu per papan, saat ini naik Rp 38-40 ribu per papan.

Bahkan, di beberapa lokasi, harganya mencapai Rp 43 ribu per papan. Begitu juga harga cabai rawit merah atau cabai setan, dijual Rp 80 ribu per kg dari sebelumnya Rp 60 ribu, cabai keriting merah Rp 60 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu per kg.

Di Pasar Fanindo, Batuaji, harga ayam potong juga terpantau cukup tinggi dari harga normal.

”Harganya sudah mulai naik. Dari Rp 32 ribu per kg sekarang dijual Rp 34 ribu sampai Rp 36 ribu per kg,” ujar Aan, salah seorang penjual daging ayam di Pasar Fanindo, Jumat (22/11/2019).

Kenaikan harga ayam sudah berlangsung selama tiga hari belakangan ini. Penyebabnya, ia tidak tahu, karena harga naik langsung dari distributor.

”Enggak tahu juga naiknya kenapa. Yang pasti dari distributor harganya mahal,” katanya.

Dia mengatakan, meski naik, namun daya beli masyarakat masih normal. Namun demikian, tetap ada pembeli yang komplain.

”Naik seribu aja pasti nanya kenapa mahal sekali,” katanya.

Sayur hijau seperti kangkung, bayam dan sawi juga dijual Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram. Padahal normalnya, paling mahal Rp 12 ribu.

Murni, penjual sayur, mengatakan, biasanya harga sayur mahal disebabkan cuaca yang tak menentu di Batam.

Pasalnya, cuaca sangat berpengaruh terhadap harga, apalagi untuk jenis sayuran yang cepat busuk dan layu.

”Biasanya karena faktor cuaca,” katanya.

Harga bawang Birma juga masih tinggi. Yakni, Rp 23 ribu per kg dari harga biasanya Rp 12 ribu per kg.

”Bawang Birma belum turun-turun harganya hampir satu bulan ini,” ungkapnya.(she/eja)

Update