Senin, 6 April 2026

2020, Pelatihan Prakerja Dilaksanakan di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam akan memprioritaskan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri di Batam untuk program prakerja tahun 2020 mendatang.

“Arahan dan petunjuk teknis pelaksanaan masih menunggu dari Kemenaker,” kata Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (23/11/2019).

Ia menjelaskan bentuk bantuan prakerja ini berupa pelatihan, bukan uang tunai.

Pemerintah daerah lanjutnya, diminta untuk mencari lembaga pelatihan kerja (LPK) yang sudah mengantongi akreditasi di masing-masing daerah.

“LPK yang selama ini sudah bekerja sama dengan kami sudah terakreditasi semua. Jadi untuk pelaksanaan prakerja ini secara keseluruhan kami siap,” sebutnya.

Tahun ini kata dia, pemerintah menargetkan dua juta prakerja mendapatkan bantuan.

Namun, Rudi belum mengetahui berapa alokasi yang diberikan dan seperti apa proses pendaftarannya.

“Kemarin saya sudah sampaikan ke pusat, jenis- jenis pekerjaan yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, Batuaji. Tahun depan Disnaker Kota Batam akan melakukan pelatihan prakerja untuk para pencari kerja di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampso.co.id

“Saya berharap pusat mau memfasilitasi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri di Batam ini,” terangnya lagi.

Ia menyebutkan, saat ini kebutuhan welder di Batam sangat banyak. Sementara tenaga kerjanya minim.

“Persoalannya, untuk pelatihan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

“Mau tidak lembaga mengadakan pelatihan dengan biaya yang sesuai dengan anggaran prakerja,” jelasnya.

Kata dia, untuk prakerja per orang diberikan bantuan sekitar Rp 7 juta.

“Ini yang lagi kami carikan solusinya,” terangnya.

Ia juga telah menyampaikan kebutuhan tenaga kerja kepada Dirjen Tenaga Kerja.

Misalnya saat ini kebutuhan tenaga welder sangat banyak, namun biaya untuk pelatihan seperti itu mahal.

Sedangkan bantuan pelatihan prakerja itu kalau tidak salah Rp 7 juta.

“Nah, itu masih menunggu dari pusat. Karena anggarannya kan dari mereka. Jadi seperti apa nanti pelatihannya, kami tunggu mekanisme,” terangnya.

Rudi berharap, berbagai jenis pelatihan ini bisa memberikan kesempatan pencari kerja untuk memiliki keahlian guna mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun sedikitnya 40 ribu lebih pencaker terdaftar di Disnaker. Sebanyak 25 ribu berhasil disalurkan.

Sedangkan sisanya ada yang tidak melapor, sehingga tidak diketahui perkembangannya.

“Kalau perhitungan saya pencaker itu paling tujuh ribu lah. Itu berdasarkan data permintaan AK1 ya,” tutupnya.(yui)

Update