batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam siap melaksanakan kebijakan pembekalan pranikah atau sertifikasi menikah yang akan diselenggarakan tahun 2020 mendatang.
Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, pendidikan pranikah sangat penting dan wajib diikuti pasangan yang akan menikah.
Beberapa hal yang dipelajari adalah ketahanan rumah tangga, kewajiban suami istri hingga cara pemecahan permasalahan dalam pernikahan.
“Sebenarnya sudah berjalan. Tapi kalau sertifikasi seperti yang diwacanakan pusat itu belum. Karena kalau tidak salah bimbingannya selama tiga bulan kan,” kata dia.
Setiap tahun angka pernikahan di Batam mencapai tujuh hingga delapan ribu.
Dengan adanya bimbingan pranikah diharapkan bisa menekan angka perceraian nantinya.

“Pasti ada sebabnya kenapa calon pengantin wajib mengikuti sertifikasi nanti. Melihat tingginya angka perceraian saat ini past merupakan satu kekhawatiran pemerintah,” bebernya.
Karena itu, pihaknya akan mendukung wacana tersebut direalisasikan.
Ia mengaku masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pusat. Instansi apa saja yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan sertifikasi menikah tersebut.
Lanjutnya, banyak poin positif yang didapatkan dari pendidikan pranikah ini.
Seperti melihat mental, emosi, dan lainnya dari calon pengantin. Dengan begitu bisa menekan angka perceraian.
“Mudah-mudahan wacana ini mendapat sambutan baik dan bisa memberikan dampak yang baik juga, terutama bagi pasangan,” tutupnya.(yui)
