Jumat, 10 April 2026

Trabaser Taklukkan Hutan Duriangkang

Berita Terkait

batampos.co.id – 200 peserta Trabas Adventure, Jelajah Batam 2019 berkesempatan memacu adrenalin dengan menjelajahi Hutan Duriangkang.

Start dari Taman Wisata Alam (TWA) Mukakuning, kegiatan ini dilepas Ketua KONI Kepri yang juga Bos Panbil Group Johannes Kennedy, Dirut Batam Pos Candra Ibrahim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri Maifrizon, omandan Lanal Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, Ketua IMI Kepri Usep RS juga Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal.

“Kalau Trabas bersama komunitas sekali seminggu, kalau tidak hari Sabtu, ya hari Minggu. Kali ini di rute ini sepertinya berbeda, menantang. Makanya wajib dicoba nih,” kata salah satu peserta dari TAC Batam, Roma Sucitra sebelum kegiatan.

Ambil bagian bermotor menaklukkan rute trabas Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan. Trabaser datang dari berbagai komunitas di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang. Cukup menarik juga diikuti trabaser cilik juga trabaser perempuan.

“Ini momen menyalurkan hobi dan bakat kita yang positif. Daripada sok-sokan di jalan, mending kita salurkan di sini. bentuk acara kali ini fun, tidak ada juara-juara,” kata Dirut Batam Pos, Candra Ibrahim.

Ia mengatakan, Batam Pos senantiasa mendukung kegiatan positif seperti Trabas Adventure. “Selamat bermain, selamat fun-fun,” imbuhnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri Maifrizon menyampaikan, selain berolahraga kegiatan ini bisa dijadikan ajang silaturahmi. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Batam Pos yang berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Pemerintah sebagai pihaknya yang bertanggungjawab terhadap olahraga perlu mengembangkan tiga jenis olahraga, yakni olahraga prestasi, olahraga pendidikan dan olahraga rekreasi. Yang kali ini adalah olahraga rekreasi,” ujarnya.

Ketua KONI Kepri Johannes Kennedy menyampaikan, TWA Mukakuning ke depan dijadikan taman di dalam kota. Kini tahap pertama dikelola lahan seluas 250 hektar.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Fase pagi hari ini masih sangat umum, fase kedua agak menantang mudah-mudahan awal tahun kami akan masuk pada fase kedua. Kami harap tidak hanya iven di Batam yang akan digelar namun juga iven nasional. Jalur di sini tidak kalah menantang dibanding daerah lain,” katanya.

Pada fase kedua yang diperkirakan diimulai awal tahun depan, ia menaruh harapan yang besar kepada IMI Kepri dan Batam Pos dapat menggelar kegiatan yang lebih besar.

“Kami harap kang Usep dan Batam Pos bersama Dispora untuk membuat iven, tidak hanya Trabas, tapi juga sepeda hingga mobil adventure,” tutur dia.

Lokasi TWA juga akan dilengkapi fasilitas outbond untuk menunjang fasilitas yang ada. “Kesempatan pertama untuk teman-teman trabas ini,” tambah dia.

Usai menjelajahi rute, seorang peserta Elank Saputra, mengaku rute cukup menantang dan jalannya bagus karena lebar.

“Jalur speednya lumayan panjang. Memang tidak terlalu ekstrim, tapi untuk have fun, bolehlah,” ucap dia.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat digelar setiap tahun dan skalanya lebih besar lagi dengan melibatkan trabaser dari daerah lain. “Kalau bisa datangkan dari luar Kepri . Masih ada beberapa yang enggak datang, seperti dari Dabo juga Karimun, ada tapi beberapa saja. Lebih banyak peserta kan lebih bagus,” pungkasnya. (iza)

Update