batampos.co.id – Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru di Badan Pengusahaan (BP) Batam dirampungkan, Selasa (26/11/2019) hari ini.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, SOTK yang baru lebih ramping dan merupakan arahan Presiden Joko Widodo.
”Bukan ada yang kurang, tapi ada yang hilang. Kalau kurang itu misalnya 10 jadi 4. Sekarang hilang sama sekali, licin. Yang tak perlu akan dihilangkan,” imbuh Rudi di Best Western Panbil, Senin (25/11/2019).
Salah satu yang akan disederhanakan adalah pengurusan lahan. Bahkan, urusan lahan akan digabung dengan urusan pelabuhan.
Rudi mengungkapkan, namanya akan menjadi Direktorat Pelayanan dan Lalu Lintas Barang.

”Intinya memperpendek, meringkas, memotong birokrasi dan memotong meja untuk keperluan paraf yang tidak perlu. Supaya tidak lama urus izin,” papar dia.
Ia mengatakan, urusan lahan akan dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam dan akan diurus satu direktur khusus. Dalam hal ini, ia berharap tidak ada regulasi yang ditabrak.
”Tak ada eselon tiga dan empat lagi, selesai diurus staf, langsung direktur tanda tangan. Meja cuma dua, yang dulu 7 sampai 14 dipastikan hilang. Proses kita pendekin, dulukan staf, kasi, kasubag, TU, direktur, balik loket,” papar dia.
Ia menyebutkan, pengurusan ini akan dipusatkan di lantai tiga di MPP Batam. Dalam hal ini ia mengatakan, walau SOTK dirampingkan, tidak akan mengurangi pendapatan pegawai.
”Kalau hilangkan eselon tiga dan empat, ngapain ribut, tak usah khawatir, pendapatan kalian tak akan hilangkan pendapatan,” pungkasnya.(iza)
