batampos.co.id – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk menaikkan tarif parkir 100 persen mendapatkan respon negatif dari masyarakat.
Pasalnya, masyarakat Kota Batam menilai pelayanan para juru parkir masih kurang maksimal. Selain itu kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi alasan penolakan.
Umiyati warga Batamcenter, misalnya. Ia menilai rencana kenaikan tarif parkir tidak tepat waktu.
“Kalau mau naikan, jangan sekarang. Belum tepat, ekonomi masyarakat belum stabil,” ujarnya, Senin (25/11/2019).
Menurut dia, yang paling merasakan dampak kenaikan tarif parkir nantinya adalah kaum ibu-ibu.
Apalagi, saat mereka berbelanja untuk kebutuhan yang pastinya akan lebih dari satu tempat.
“Kalau ibu-ibu, sehari itu parkir bisa lima kali. Kalau dikali Rp 1000 itu sudah Rp 5000. Tapi kalau naik jadi Rp 2000 bisa jadi Rp 10 ribu. Jumlah itu lumayan loh,” tegas Umi.

Tak hanya itu, dari segi pelayanan para juru parkir di Batam jauh dari kata baik. Sebab, banyak dari mereka yang tiba-tiba muncul tanpa membantu mengeluarkan kendaraan dari area parkir.
“Udah mau jalan, mereka sudah ada di samping. Pas kita sudah keluarin kendaraan, mereka tak ada,” ungkap Umi.
Hal senada dikatakan Risman. Ia juga menolak rencana kenaikan tarif parkir.
“Ya jelas menolak, kondisi ekonomi serba mahal, eh ada lagi yang mau naik,” tegas Risman.
Dikatakannya, selama ini jam operasional tukang parkir juga tak jelah. Bahkan dalam satu komplek terdapat banyak tukang parkir.
“Tukang parkir sampai tengah malam masih ada. Satu komplek mereka ada belasan. Jadi berhenti dikit, parkir lagi,” tutur Risman.
Bahkan, lanjut Risman. Hampir dari semua tukang parkir jarang menyerahkan karcis ke warga usai dibayar. Kalau pun dikasih, itu pun setelah diminta.
“Kalau diminta, mereka baru kasih. Kalau tidak, mana pernah dikasih. Jadi menurut saya, belum pantas parkir naik,” pungkas Risman.(she)
