Apa yang bikin wisatawan ingin kembali ke Batam? Entahlah.

Pemerintah kabarnya terus berupaya mendorong potensi wisata di Kota Batam. Letaknya yang strategis mungkin jadi penyebabnya. Atau ada alasan lain kenapa sektor ini terus digenjot.

Bagi Batam, meningkatkan sektor pariwisata memang agak sulit. Belum ada daya pemikat. Apa yang dijual pemerintah kepada wisatawan mancanegara maupun domestik untuk mengunjungi Batam lagi.

Kita punya pantai. Yang masuk bayar karcis. Namun sepertinya kurang dikelola secara maksimal.

Setahu saya dikelola oleh sekelompok masyarakat. Bukan oleh pemerintah. Di mana peran pemerintah?

Kita punya mal. Tapi kayaknya harganya selangit. Mau mengampanyekan wisata belanja, terbentur soal harga oleh-oleh. Belum lagi kebijakan bagasi berbayar yang merugikan semua pihak. Di mana peran pemerintah?

Atau, kita juga punya banyak spot wisata kuliner. Namun sepertinya kurang dipromosikan. Malah si pengusaha kuliner yang ngos-ngosan menarik wisatawan. Di mana peran pemerintah?

Apakah Batam layak dijadikan kota wisata? Entahlah. Saya belum bisa menjawab. Karena lebih dari 2,5 tahun tinggal di Batam, saya lihat biasa-biasa saja. Nyaris tidak ada yang mampu memikat wisatawan untuk kembali.

Berbeda dengan Bali yang menjual kombinasi wisata budaya dan dunia malamnya. Atau Manado dan Raja Ampat dengan spot wisata alam yang penuh pesona. Atau Lombok dengan deretan pulau-pulau wisatanya. Mau mengarah ke wisata belanja pun, kita masih kalah murah dengan Pusat Grosir Surabaya atau Tanah Abang Jakarta.

Jika memang mau menggarap sektor wisata, maka harus digarap dengan serius. Tak sekadar destinasi wisatanya saja yang dibangun, sektor penunjang juga harus dibangun.
Batam punya jalan lebar, namun moda transportasi kurang terlalu diurus. Trans Batam bagus. Berbanding terbalik dengan angkutan kota (angkot) yang beberapa sopirnya ugal-ugalan atau kendaraannya tidak terawat.

Peran pemerintah sangat vital. Apalagi, pemerintah kota (pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) dipimpin oleh satu orang. Mestinya tidak sulit. Mau memperkuat sektor wisata di Batam, tinggal komando. Maka dua lembaga akan jalan.

Mengembangkan sektor wisata tidak hanya sekadar wacana, apalagi cuma ucapan. Lebih daripada itu. Dibutuhkan kerja nyata. Pemerintah juga harus peras otak untuk merumuskan ide baru. Karena memang mereka dibayar negara untuk itu.

Saya masih yakin, Batam punya nilai lebih di sektor wisata. Asal digarap serius. Contohnya saja wisata alam. Saat saya ambil bagian dalam Trabas Adventure, terlihat jelas bahwa potensi alam Batam begitu indah. Bagi yang doyan adventure, Batam punya spot.

Salah seorang trabaser menyebut, Batam ini punya rute komplit. Perpaduan antara speed dengan rintangan. Sebenarnya bisa jadi daya tarik tersendiri. Beda dengan daerah lain yang hanya punya satu model rute.

Kalau mau mengelola wisata pantai, silakan digarap dengan serius. Katanya ada juga pulau-pulau eksotis. Silakan akses dibangun. Sarana dan prasarana dilengkapi. Yang paling utama tentu saja safety dan pengelolaan.

Mau wisata belanja, harus benar-benar dibuat regulasi yang jelas. Tidak merugikan pelaku usaha. Pemerintah turun langsung, buat program. Jangan cuma bisanya memberikan imbauan pakai surat ke mal-mal.

Yang pasti, apapun model wisata yang dikembangkan, harus dikelola dengan serius. Sehingga tidak muncul pertanyaan di mata wisatawan: wisata apa? (*)