Rabu, 22 April 2026

Longsor di Bengkong Indah dan Sei Panas, Begini Kondisinya

Berita Terkait

batampos.co.id – Bencana longsor kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, menghancurkan dua rumah kos dan satu ruangan dapur di kawasan Bengkong Indah.

Pemilik rumah kos, Marni, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/11/2019) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Marni mengaku sudah melihat adanya retakan kecil di dinding rumah pada sore kemarin.

“Mulanya lantai keramik dapur saya retak kecil, tapi makin malam tambah melebar retaknya,” ujar Marni sambil menangis.

Marni mengaku, ia sampai tidak bisa tidur karena dihantui rasa takut akan terjadi sesuatu.

Karena itu, ia pun mondar mandir dari kamar ke dapur, dan telah menyuruh dua wanita yang tinggal di rumah kos tersebut untuk mengungsi ke sebelah rumah sementara waktu.

Marni juga sempat memindahkan beberapa barang sebelum longsor terjadi.

“Karena sudah melebar retaknya, saya pun berusaha memindahkan beberapa barang. Misalnya lemari yang ada di dapur saya pindahkan ke rumah di depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, ia mengaku hendak memperbaiki keretakan tersebut. Selain itu, batu miring yang dibangunnya juga dinilai sudah bagus.

“Tapi Allah sudah berkehendak lain, kita mau gimana kan,” ucap Marni.

Sebelum longsor terjadi, ia mendengar ada bunyi yang menjadi pertanda dan diawali dengan bunyi batu-batu kecil berjatuhan dari rumah kos tersebut.

“Setelah bunyi tersebut, barulah kemudian semuanya ambruk, bunyinya besar banget kayak gempa besar gitu,” jelasnya.

Warga melihat rumah kos di Bengkong Indah yang hancur akibat longsor, Selasa (26/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

“Saya dan warga lainnya kaget dan ada beberapa barang yang enggak sempat diselamatkan, contohnya satu unit alat pemasak nasi seharga Rp 1 juta tidak diselamatkan,” tutur Marni.

Marni mengatakan, dua rumah dan satu dapur tersebut sudah dibangun sejak empat tahun yang lalu.

Untuk membangun batu miring saja, Marni mengaku menghabiskan dana Rp 40 juta, belum lagi barang dan biaya membangun rumah tersebut.

Total kerugian material yang dialami Marni diperkirakan mencapai ratusan juta, sedang-kan korban jiwa tidak ada.

Marni mengaku setelah kejadian, pagi harinya ia langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam.

Ia ingin melaporkan kejadian itu dan meminta bantuan untuk mengevakuasi beberapa barang yang tertimbun longsor, maupun parit yang juga ikut tertimbun puing bangunan bekas reruntuhan rumah kos tersebut.

Dinding penahan tanah yang roboh di Jalan Laksamana Bintan, Selasa (26/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampso.co.id 

“Saya sudah menghubungi BPBD sejak pagi, tapi belum ada respons hingga saat ini, warga sudah ada yang komplain soal parit yang di bawah rumah sudah banyak dipenuhi puing bangunan dan barang,” tutur Marni saat dijumpai di lokasi sekitar pukul 13.40 WIB.

Diketahui, beberapa hari terakhir, Batam terus diguyur hujan. Marni mengaku pada Senin (25/11/2019) malam, Bengkong Indah diguyur hujan.

Ia juga menyayangkan respon pemerintah yang kurang cepat tanggap terhadap kejadian yang menimpa dirinya.

“Padahal ini butuh tenaga, kalau tenaga manusia kan susah, kalau ada ekskavator kan mudah dan aksesnya juga ada kalau mau lewat sini,” tuturnya.

Rumah Marni tepat berada di bukit belakang Puskesmas Seipanas. Di kawasan tersebut, berdiri rumah-rumah di sepanjang bukit.

Marni mengaku ia masih takut akan potensi longsor susulan. Pantauan Batam Pos, tampak beberapa warga melihat ke lokasi kejadian dan membantu Marni membersihkan puing bangunan yang hancur.

Di lokasi lain, persisnya di Jalan Laksamana Bintan di depan Zia Hotel, Seipanas, juga terjadi longsor pada din­ding penahan tanah dengan jalan yang tengah dilebarkan.

Dinding setinggi sekitar dua meter lebih itu juga patah dan rubuh pada Senin (25/11).(mib)

Update