batampos.co.id – Proyek fisik pengerjaan jembatan Batam-Bintan (Babin) diundur. Hal tersebut dikarenakan dengan APBN Tahun anggaran 2020, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) masih fokus untuk menuntaskan review Detail Engineering Design (DED).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Naharuddin.

Sehingga pelaksanaan fisik proyek strategis tersebut, baru dimulai pada 2021 mendatang.

”Harapan kita memang pada 2020 ini sudah dilakukan fisik. Namun karena proses review DED belum rampung, jadi pembangunan fisik dilakukan pada tahun berikutnya,” ujarnya,  di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang belum lama ini.

Mantan Kadispenda Provinsi Kepri itu menjelaskan, ada beberapa perubahan rencana pekerjaan yang akan dilakukan oleh Kemen PU yang diharapkan bisa merendahkan pengeluaran pembangunan infrastruktur itu nanti.

Disebutkannya, saat ini kajian strategis atau Feasibility Study (FS) sudah selesai dilakukan.

Maket dari jembatan Batam-Bintan.

”Kita tetap optimis Jembatan Babin akan dibangun oleh pemerintah pusat. Karena itu sudah masuk dalam rencana pembangunan strategis nasional 2020-2024,” paparnya.

“Kehadiran Jembatan Babin adalah untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” jelas Nahar lagi.

Menurut Nahar, salah satu faktor perlunya integrasi antara Pulau Batam dengan Pulau Bintan adalah untuk mempercepat pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

Karena dengan adanya infrastruktur itu nanti pergerakan pembangunan Batam-Bintan akan lebih cepat.

Apalagi Batam dan Bintan merupakan daerah yang berbatasan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

”Kita sangat yakin, kehadiran Jembatan Babin akan menjadikan Kepri khususnya Batam dan Pulau Bintan lebih berdaya saing dengan negara-negara tetangga.

“Letak yang sangat strategis menjadi kekuatan tersendiri tentunya,” tutup Naharuddin.

Belum lama ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto memastikan proyek infrastruktur pembangunan Jembatan Batam-Bintan masih dalam rencana pemerintah pusat.

Kepastian itu didapat Isdianto setelah bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju, Suharso Manoarfa.

Menurutnya, Menteri sudah menegaskan, bahwa proyek infrastruktur Presiden Jokowi untuk Kepri yakni pembangunan jembatan Babin tetap berlanjut dan masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur pemerintah pusat.

”Alhamdulillah pembangunan strategis ini menjadi atensi Pemerintah Pusat. Sat ini menunggu selesainya tahapan studi yang telah memasuki proses Engineering Design (DED) atau Proyek Perencanaan Fisik,” ujar Isdianto.(gustia)