Senin, 6 April 2026

6 Bulan Untuk Bersihkan Eceng Gondok di Waduk Duriangkang

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemko Batam membersihkan eceng gondok di daerah tangkapan air (DTA) waduk Duriangkang, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan yang melibatkan 500 personel itu dikemas dalam kegiatan gotong royong bersama lintas satuan kerja.

Terdiri dari Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Ditpam BP Batam, Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Batam, dan TNI-Polri.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kegiatan pembersihan tersebut merupakan peran pemerintah dalam menjaga ketersedian air baku di Kota Batam.

Serta ingin memperlihatkan kepada masyarakat untuk bersama melestarikan lingkungan terutama di waduk-waduk di Batam.

“Kegiatan ini adalah bentuk kerja sosial yang akan menyelamatkan seluruh Kota Batam yaitu menyelamatkan air agar tidak berkurang dan bisa dinikmati, digunakan untuk keperluan masyarakat,” kata Rudi.

Pertumbuhan eceng gondok di perairan waduk Duriangkang tumbuh dengan luasan 180 hektare di permukaan waduk seluas 2.300 hektare tersebut.

Hal ini menurutnya, jelas dapat mengkhawatirkan ketersediaan debit air di Kota Batam. Di sisi lain, Rudi, tidak menampik keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi waduk.

Karena itu pihaknya menginisiasi kegiatan pembersihan waduk dengan melibatkan SDM yang dimiliki.

“Saya ingin mengetok hati Bapak Ibu semua bahwa menjaga ketersedian tanggungjawab kita semua,” katanya.

Personel gabungan memberishkan eceng gondok di Waduk Dam Duriangkang. Pembersihan eceng gondok di Dam Duriangkang diperkirakan memakan waktu hingga enam bulan. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

“Saya berharap kita bekerja bersama mendukung pembangunan untuk masa depan Batam yang kita cintai,” paparnya.

Sementara Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, menyatakan, akan terus berupaya menjaga ketersediaan air waduk.

Baik melibatkan masyarakat maupun dukungan penyediaan alat yaitu harvester eceng gondok atau alat pengumpul.

Menurutnya, dengan alat tersebut dapat secara efisien dan efektif memulihkan waduk yang tercemar eceng gondok.

Terlebih kata dia, waduk Duriangkang menjadi sumber air baku di Batam terbesar. Di mana 70 persen air baku digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kota Batam.

“Pagi ini kita lakukan secara manual dan akan disusul masuk dua alat berat yakni Amphibius Excavator dan truk,” jelasnya.

Kegiatan tersebut kata dia, dilaksanakan selama dua minggu kedepan. Minggu depan lanjutnya akan didatangkan alat apung pemecah eceng gondok yaitu harvester.

Ia yakin dalam enam bulan kedepan akan terlihat hasil yang signifikan atas pembersihan tersebut.

“Area 180 hektare cukup luas, dengan harvester hanya mampu membersihkan empat ribu meter persegi per hari,” paparnya.

“Artinya alat itu akan bekerja selama enam bulan kedepan mulai tahun depan sehingga akan nampak nyata perubahan kedepannya,” ujarnya.(*/nto)

Update