batampos.co.id – Kehadiran pasar yang dibangun pemerintah tidak serta merta mengurai persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) atau kegiatan jual beli yang dilakukan di fasilitas umum.

Persoalan ini seperti yang terjadi di bilangan Seibeduk. Sayang satu sisi, kegiatan pasar liar yang menggunakan bagian jalan antara Puri Agung IIa dan Puriagung III, masih beroperasi hingga kini.

Padahal belum lama ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan merampungkan pembangunan pasar Tipe C di Buana Garden dan diberi nama Pasar Melayu Makmur Serumpun.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zulkarnain, mengaku semangat dasar kehadiran pasar pemerintah guna menata kota.

Diharapkan pedagang yang semula berjualan di pinggir jalan dapat pindah ke pasar yang telah dibangun.

Pasar Melayu Serumpun di Seibeduk. Meski pasar ini telah dibangun, namun masih banyak pedagang yang memilih menjajakan dagangannya di tepi jalan di Seibeduk. Foto: Disperindag batam untuk Batam Pos

“Tapi ya begitu, tak ada yang pindah. Kami sudah sosialisasikan dan tawarkan bahkan sudah koordinasi dengan kecamatan juga,” imbuh dia, Rabu (27/11/2019).

Ia mengajui jika aktivitas pasar pinggir jalan sangat menganggu arus lalu lintas, terutama pada sore hari.

“Mau gimana, ini kembali lagi, mereka tidak mau pindah,” keluh dia.

Pasar Makmur Serumpun memiliki 198 lapak dan 35 kios. Disperindag juga telah menyelesaikan penjaringan pedagang dan tidak ada lagi lapak atau kios yang tersisa.

“Pedagang yang masuk, ada pedagang baru dan ada juga yang lama yang biasa berjualan di sekitar sana,” katanya.

Selain menata kota, ia menyampaikan kehadiran lasar dari pemerintah juga dalam rangka menekan harga.

Di pasar ini, Zulkarnain mendorong pedagang-pedagangnya dapat mengambil dagangan langsung dari distributor.

“Jangan ambil dari tangan kedua, nanti jadi mahal,” imbuhnya.

Sejatinya tidak hanya pasar Melayu Makmur Serumpun, pasar pemerintah lain yang sedang proses dibangun adalah pasar di Putra Jaya Residence, Tanjunguncang. Progres pembangunannya mencapai 50 persen.

“Pasar ini lebih kecil dibanding dengan pasar di Seibeduk. Dengan lapak 96 dan sembilan kios,” pungkasnya.(iza)