batampos.co.id – 10 pasang pengantin ikuti nikah massal yang ditaja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlin-dungan Anak dan Pemberdaya-an Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang. Kegiatan bertempat di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang, Kamis (28/11/2019).

Untuk pasangan yang paling tua yang bernama Munir, 64, dengan pasangannya Sumiati, 54, serta pasangan termuda Amirudin, 30, dengan pasangan-nya, Wahyuni, 27.

Ketua panitia nikah massal, Lindawati selaku Sekretaris DP3APM mengatakan, pernikahan merupakan ikatan pera-saan dan tanggung jawab suami istri yang saling mencintai dan status pernikahan menjadi pengikat keduanya. Selanjutnya ada kewajiban dan hak yang harus dijalankan keduanya.

”Mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan jaminan. Baik sosial, hukum, dan admi-nistrasi bila ada keperluan yang menyangkut kewarganegaraan,” kata Linda.

Dijelaskan Linda, pernikahan massal itu sangat membantu meringankan masyarakat de-ngan ekonomi lemah atau kurang mampu melaksanakan pernikahan di kantor Urusan agama (KUA) dan bagi mereka yang ingin memiliki keturunan namun tidak punya biaya untuk menikah.

”Jika tidak ada catatan pernikahan yang resmi akan terkendala hukum ada ahli waris,” ungkapnya.

Munir dan Sumiati menunjukkan buku nikah usai ijab kabul di Asrama Haji Tanjungpinang, Kamis (28/11).
F. PERI IRAWAN/BATAM POS

Pada kesempatan itu, pasa-ngan tertua bernama Munir dan istrinya Sumiati mengaku sa-ngat senang dengan adanya nikah massal itu, pasalnya kedua pasangan itu sudah hidup bersama selama 20 tahun dengan status nikah siri.

”Syukur sekali, terharu sekali saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Munir yang saat ini tinggal di Pinang Lestari menjelaskan, 20 tahun lalu menikah di Masjid tanpa surat nikah yang resmi, dan saat ini ia sudah memiliki dua orang anak dan dua orang cucu dari anaknya. ”Hari ini kami berdua sudah memiliki buku nikah yang resmi,” katanya. Usai acara nikah massal itu, Munir akan segera memberitahu kepada keluarganya di Kampung.

”Nanti saat acara syukuran kecil-kecil di rumah kami beritahu keluarga di kampung,” ucapnya. (cr2)