batampos.co.id – Pesawat Rajawali Air tujuan Batam ke Pekanbaru kembali mendarat atau Return to Base (RTB) akibat masalah mesin, Kamis (28/11/2019). Namun, saat pesawat yang membawa ratusan penumpang tersebut mendarat lagi di Bandara Hang Nadim, terjadi kecelakaan dan menyebabkan mesin pesawat terbakar.

Tim gabungan pemadam kebakaran Hang Nadim Batam, telah bersiaga sejak mendapat kabar pesawat Rajawali Air kembali ke Hang Nadim.

Begitu dikabarkan salah satu mesin pesawat terbakar, tim gabungan bergegas menuju ke ujung landasan.

Sampai di sana, api telah membumbung tinggi. Dengan menggunakan dua kendaraan pemadam kebakaran yang baru dibeli seharga Rp 35 miliar, api dapat dipadamkan.

Dua unit kendaraan yang memiliki kapasitas air 12.500 liter dan 500 kilogram dry powder ini, hanya dalam 15 menit berhasil memadamkan api.

Begitu api dipadamkan, petugas penyelamat mengevakuasi para korban. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 3 orang meninggal dunia dan selebihnya mengalami luka berat serta ringan.

Kejadian di atas merupakan simulasi kejadian kebakaran di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Simulasi pemadaman kebakaran pesawat dan penyelamatan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis (28/11/2019). Foto: Fiska Juanda/batampos.co.id

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, simulasi ini untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan petugas pemadam kebakaran, apabila dihadapi dengan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

”Semakin banyak simulasi atau latihan, kesiapan anggota pamadam kebakaran juga semakin terlatih,” katanya, Kamis (28/11/2019).

Menurutnya, simulasi juga menjamin persiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Sehingga, petugas selalu waspada dan siap saat dibutuhkan.

”Walaupun kita terus berdoa agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan itu jangan sampai terjadi.”

Dari simulasi tersebut, Purwiyanto mengaku cukup puas. Karena, anggota pemadam kebakaran mempersiapkan seluruhnya dengan detail.

Petugas Pemadam Kebakaran memadamkan api di badan pesawat Rajawali Air saat simulasi di Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Fiska Juanda/batampos.co.id

”Saya lihat mulai dari selangnya, hingga beberapa alat-alat yang kecil. Semuanya dipersiapkan,” ungkapnya.

Tim pemadam kebakaran juga memperhatikan arah angin di simulasi kali ini. Sehingga, api lebih mudah dipadamkan.

Latihan ini, kata Purwiyanto, dapat dilaksanakan terus menerus secara berkala. Sehingga, kesiapan tim pemadam kebakaran menjadi lebih baik lagi.

”Semakin cepat api dipadamkan semakin baik. Saya apresiasi kegiatan ini. Doanya, semoga tidak ada kejadian lah. Kalau pun ada, semua sudah siap,” imbuhnya.

Simulasi tidak hanya melibatkan petugas pemadam kebakaran Bandara Hang Nadim. Tapi juga dari Basarnas, kepolisian, TNI AU, Avsec Hang Nadim serta berbagai instansi terkait lainnya. Ada 700-an personel gabungan diturunkan dalam simulasi tersebut.

Selain itu, juga diturunkan dua kendaraan pemadam kebakaran terbaru milik Bandara Hang Nadim, satu kendaraan power supply, tiga ambulans, tiga kendaraan operasional Avsec, satu unit kendaraan milik TNI AU, dan satu kendaraan komando.(ska)