batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menanggapi wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menghapus sistem ujian nasional (UN). Menurutnya, saat ini ujian nasional bukan lagi penentu kelulusan.

“Dulu iya, penting. Sekarang kan sudah tidak lagi. Jadi, kita tunggu saja seperti apa kelanjutan wacana tersebut,” sebutnya, Sabtu (30/11/2019).

Menurut mantan Kadis Perindag dan ESDM itu, bisa jadi pusat sedang mempersiapkan pengganti UN dengan sistem yang lebih baik. Namun, apapun itu pihaknya tetap harus menunggu keputusan final.

Amsakar mengungkapkan, dengan adanya menteri baru ini, pasti akan ada hal baru yang bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan. Sebelumnya juga ada wacana untuk menghapus bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA sederajat.

“Bahasa Inggris tuntas di tingkat sekolah dasar (SD). Apapun itu pasti semua sudah digodok dan direncanakan matang sebelum nanti diterapkan,” ujarnya.

Untuk itu, baik guru ataupun siswa harus siap dengan berbagai perubahan di dunia pendidikan ini. Guru juga perlu meningkatkan kreativitas agar bisa mengimbangi perkembangan sektor pendidikan saat ini.

“Tidak jadi masalah itu. Yang penting kan pendidikan maju. Jika memang ada inovasi dan gagasan tentu pemerintah daerah siap mendukung. Bertahap pasti dilaksanakan. Kan semua ini ada prosesnya,” tambah Amsakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, masih menunggu kejelasan terkait wacana penghapusan UN. Menurutnya pelaksanaan UN masih tetap dilakukan tahun depan. Sejauh ini masih sama dengan tahun lalu.

“Kalau di daerah ini kan menunggu saja. Kalau sudah fixed apa keputusan tinggal dijalankan saja,” ujarnya.

Saat ini, pelaksanaan UN diselenggarakan dengan dua metode. Pertama menggunakan sistem komputer dan kedua menggunakan kertas. Hampir 80 persen pelaksa-naan sudah berbasis komputer.

“Kecuali hinterland. Karena berbagai kendala mereka masih menggunakan kertas. Kita tunggu dulu seperti apa kelanjutannya. Kalau sekarang ini masih sama,” tutupnya. (yui)