batampos.co.id – Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Badan Pengusahaan (BP) Batam dari rumah susun sewa (rusunawa) tahun ini mengalami peningkatan dibanding 2018. Faktor yang memengaruhinya karena salah satu perusahaan multinasional di Batam dapat proyek besar berjangka panjang.

”Perusahaan di Batuampar ini dapat proyek dengan serapan tenaga kerja 10 ribu orang dari tahun 2020-2024. Nanti supervisornya ditempatkan di Rusun Sekupang dan Kabil. Di Sekupang sewa 60 kamar berkapasitas 60 orang dan di Kabil sewa 35 kamar kapasitas 4 orang,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, Sabtu (30/11/2019).

Pada semester pertama 2018, PNBP dari rusun mencapai Rp 3,4 miliar dan semester kedua Rp 3,9 miliar. Sedangkan pada semester pertama 2019, PNBP rusun capai Rp 4 miliar. Sedangkan pada semester kedua hingga Oktober baru mencapai Rp 2,4 miliar.

”Target kami itu Rp 9,4 miliar. Tapi kami yakin hingga akhir tahun mungkin dapat Rp 9,3 miliar,” paparnya.

Untuk mendongkrak pemasukan, BP membagi tarif sewa rusun berdasarkan lokasinya. Kemudian tarifnya juga dibagi atas empat kategori, yakni kategori untuk tarif untuk kelas pekerja menengah ke bawah, menengah, menengah ke atas dan kelas informal.

”Rusun yang dekat dengan pusat kota agak lebih mahal seperti Rusun Mukakuning dan Batuampar,” ungkapnya.

Pembagian tarif juga akan mempengaruhi fasilitas yang diterima si penyewa. Tarif dasar untuk kelas pekerja menengah ke bawah dan informal akan diberikan AC. (leo)