batampos.co.id – Sejumlah pengunjung Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam di Tanjunguncang, Batuaji, mengeluhkan fasilitas penyejuk udara yang minim sehingga ruangan terasa panas.

Tak hanya di dalam masjid, penyejuk udara di menara pandang yang tingginya mencapai 15 lantai itu, juga dikeluhkan oleh pengunjung yang kepanasan.

Aini, salah satu pengunjung mengaku terpukau dengan keindahan Masjid Sultan. Namun sayang, saat dia menaiki lift menuju menara masjid, ia harus menahan panas mulai dari dalam lift hingga ke lantai teratas menara pandang tersebut.

“Padahal AC (air conditioner/penyejuk udara) liftnya menyala, cuma masih panas. Apalagi saat berada di lantai 15, dua unit AC di sana belum bisa menyejukkan ruangan saking panasnya,” ujar Aini yang baru pertama berkunjung ke masjid tersebut, Minggu (1/12/2019).

Pengunjung Masjid Sultan mengelap keringat di kening karena kepanasan saat berada di lantai 15 menara pandang masjid tersebut, Minggu (1/12/2019). Foto: Yulitavia/batampos.co.id pos

Tak hanya di dalam lift, Aini juga merasakan panas dan gerah saat berada di dalam masjid.

Kala itu, ia dan beberapa rekannya memang sengaja datang untuk menghadiri suatu pertemuan di masjid yang diklaim terbesar se-Sumatera itu.

“Kalau bisa diperbaiki lagi, agar warga yang berkunjung terutama yang beribadah merasa nyaman,” harap Aini.

Hal lain yang dikritisi Aini adalah tarif yang dipatok petugas kepada setiap pengunjung untuk naik ke atas menara pandang tersebut.

“Petugas minta infak, cuma mematok nominal Rp 5 ribu,” ujar Aini lagi.

Kondisi yang sama juga dirasakan pengunjung lainnya. Tak terkecuali wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia yang berkunjung ke Masjid Sultan.

“Panas di sini,” ujar Rahma, salah satu wisman.(she)