batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepri, Firdaus, mengatakan, sampai ditutupnya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 akhir November lalu, sebanyak 3.800 sarjana memilih formasi yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Menurutnya, saat ini sedang dalam tahap verifikasi administrasi. “Ada 3.800 pendaftar pada penerimaan CPNS tahun ini.

Jumlah ini melebihi pendaftar tahun lalu,” ujar Firdaus di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (2/12).

Mantan Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Pemprov Kepri tersebut menjelaskan bahwa ada sebelas verifikator yang sedang bekerja memverifikasi administrasi berkas masing-masing pendaftar.

Bagi yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi, berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya pada Februari 2020 mendatang.

“Hasil verifikasi akan kita umumkan pada 11 Desember 2019. Kemudian proses seleksi melalui Computer Assisted Test (CAT) pada Februari tahun depan,” jelas Firdaus.

Masih kata Firdaus, karena terbatasnya perangkat komputer yang tersedia, maka pihaknya akan memberdayakan perangkat-perangkat di sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kepri, agar proses seleksi berjalan lebih cepat.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memangkas waktu seleksi. Disebutkannya, saat ini Pemprov Kepri telah memiliki sekitar 50 perangkat komputer untuk pelaksanaan tes berbasis CAT.

Yanti, 28, membuka portal pendaftaran CPNS tahun 2019 secara online, Minggu (24/11/2019) petang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Namun, dalam prosesnya hanya 45 perangkat yang dipergunakan. Sedangkan lima sisanya sebagai cadangan ketika terjadi gangguan teknis.

Pihaknya menargetkan untuk 45 peserta proses seleksinya tuntas dalam 90 menit.

“Kalau kita hanya bergantung dengan sarana yang ada, maka butuh waktu lama. Solusinya dengan menambah jumlah perangkat melalui sistem pinjam ke OPD,” papar Firdaus.

Ditanya adakah formasi yang tidak ada peminatnya? Firdaus mengaku belum tahu. Karena proses verifikasi belum tuntas.

Meskipun demikian, peminat yang tinggi adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Karena memang dua formasi tersebut menjadi prioritas penerimaan CPNS tahun ini.

“Kita mengajukan 200 lebih formasi, tetapi hanya 108 formasi yang disetujui Badan Kepegawaian Nasional,” katanya.

“63 formasi atau 61 persen untuk bidang pendidikan, selebihnya kesehatan dan umum,” jelasnya lagi.

Seperti diketahui, Pemprov Kepri membuka 108 formasi bagi lulusan sarjana lewat penerimaan CPNS 2019. Prioritas penerimaan CPNS tahun ini untuk tenaga pendidikan dan kesehatan. Baik itu sarjana lulusan pendidikan luar biasa, agri bisnis, manajemen perhotelan, tata busana, teknik perminyakan, manajemen perkantoran, perikanan, pendidikan bahasa Arab, bahasa Indonesia, biologi, fisika, geografi, matematika, dan kimia.(jpg)