batampos.co.id – Puluhan pedagang Pasar Induk bersama DPD Asosiasi Pedagang Kaki lima Indonesia (APKLI) Batam menggelar demo damai di Kantor DPRD Batam, Senin (2/12/2019).

Dalam aksi tersebut, mereka dengan tegas mendukung revitalisasi yang dilakukan Pemko Batam.

Ketua RT Pasar Induk, Tengku Abdul, menegaskan, jika rombongan yang datang adalah pedagang asli dari Pasar Induk.

Selama beberapa minggu ini mereka diam dengan adanya aksi yang digelar sejumlah orang yang mengaku dari Pasar Induk.

“Kami bukan pedagang bodong, kami yang datang ini pedagang asli, bukan pedagang liar,” ujar Abdul dalam orasinya.

Menurut dia, selama ini pedagang Pasar Induk mendukung program pemerintah untuk merevitalisasi bangunan pasar Induk.

Ia juga dengan tegas membantah jika kedatangannya karena didukung oleh pihak-pihak lain.

“Kami pedagang asli Pasar Induk mendukung revitalsasi, bahkan kami sudah beraktifitas di lokasi yang telah disediakan Pemko,” imbuh Abdul.

Personel Satpol PP melihat para pedagang yang membersihkan puing-puing kiosnya yang dirobohkan tim terpadu pada Rabu (30/10/2019) lalu. APKLI Kota Batam melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Kota Batam, dalam orasinya mereka mendukung pemerintah untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Selain itu, ia juga menyayangkan adanya oknum yang merusak suasana Pasar Induk. Padahal situasi Pasar Induk sudah aman.

“Hal ini diduga karena adanya oknum pedagang yang berjualan di pinggir jalan,” ungkap Abdul lagi.

Sementara Ketua DPD APKLI Batam, Farizal Joker, mengatakan, demo damai digelar untuk memberi jawaban atas demo yang digelar selama ini. Apalagi demo yang digelar membawa nama DPD APKLI.

“Demo yang digelar beberapa waktu lalu, mengatasnamakan kami dari DPD APKLI. Padahal, sama sekali itu bukan kami,” jelasnya.

“Makanya sekarang, kami membawa legalitas asli DPD APKLI, untuk meluruskan semuanya,” ujar Farizal lagi.

Dalam aksi itu, DPD APKLI juga membawa pedagang asli Pasar Induk. Dimana ada sekitar 68 pedagang asli Pasar Induk yang terdata.

“Yang kami bawa ini pedagang asli, bukannya buruh bongkar muat, pedagang sekenan di TOS 3000 dan sebagai macamnya,” rinci Farizal.

Menurut dia, selama ini juga banyak pihak-pihak yang ikut serta dalam permasalahan Pasar Induk.

Padahal, pihak tersebut tak mengerti seperti apa situasi Pasar Induk sebenarnya.

“Ada pengacara, bahkan beberapa anggota dewan yang membuat statmen sembarangan. Padahal kondisinya tidak seperti itu,” jelas Farizal lagi.

Dilain hal, Farizal menjelaskan jika tugas APKLI adalah penyambung tangan pedagang dengan Pemko Batam. Bukannya untuk berbuat rusuh dan menimbulkan masalah baru.

“Intinya kami APKLI dan pedagang mendukung program pemerintah. Karena memang revitalisasi bangunan Pasar Induk dilakukan untuk kebaikan juga,” pungkas Farizal.(she)