batampos.co.id – Jajaran bright PLN Batam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengadakan acara gotong royong di daerah Tanjungriau, Sekupang, Selasa (3/11/2019).

Kegiatan yang mengambil tema Gotong Royong CSR bright PLN Batam Peduli Lingkungan ini ditandai dengan pemberian 50 bak sampah oleh Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Perusahaan (Sekper) bright PLN Batam, Samsul Bahri, dan Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie kepada masyarakat Tanjungriau.

Ratusan Satgas Kebersihan Kota Batam, jajaran bright PLN Batam bersama warga Tanjungriau membersihkan pantai yang ada di RW 01 dan RW 02 Tanjungriau. Mereka menyisir pantai yang telah dipenuhi sampah plastik dan memasukanya ke dalam truk yang telah diaediakan pihak DLH Kota Batam.

Dalam kesempatan itu, Samsul mengatakan bahwa kegiatan goro bersama DLH dan warga Tanjungriau tersebut merupakan penutup rangkaian acara Hari Listrik Nasional (HLN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam.

”Sejak bulan Oktober 2019 kita melakukan berbagai kegiatan seperti pemberian beasiswa untuk pelajar di hinterland, penghijauan di Tanjunguncang, peresmian kampung bright PLN Batam di Sijantung dan ditutup dengan acara goro ini,” kata pria kelahiran Nongsa ini.

Pihaknya memilih acara kerja bakti mengingat rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan. Saat ini, lingkungan pemukiman, drainase, hingga pantai tak lepas dari limbah sampah yang dibuang sembarangan.

”Sampah berserakan di mana-mana,” kata Samsul lagi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai upaya bright PLN Batam menghidupkan kembali budaya goro yang kini banyak ditinggalkan masyarakat.

Jajaran bright PLN Batam, Satgas Kebersihan Kota Batam, dan warga Tanjungriau melakukan goro di RW 01 dan RW 02 Tanjung-riau, kemarin.
foto: batampos.co.id / dede hadi

”Padahal goro merupakan budaya asli bangsa Indonesia. Dulu, bikin rumah warga saja dilakukan dengan goro. Tapi saat ini, bikin masjid saja harus cari tukang,” beber fungsionaris Melayu Raya yang digawangi Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri ini.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin di seluruh lapisan masyarakat.

”Sehingga kita bisa mewariskan Batam bersih kepada anak cucu kita,” harapnya.

Karena itu ia mengucapkan terima kasih kepada pihak DLH yang membantu menyukseskan acara tersebut. ”Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus bersinergi. Saya yakin pihak DLH memiliki berbagai inovasi dalam mengatasi permasalahan sampah di Batam,” bebernya.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie, mengucapkan terima kasih kepada jajaran bright PLN Batan yang masih peduli terhadap lingkungan.

”Tanpa ada kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat takan mungkin Batam bisa dibangun seperti ini,” bebernya.

Ia juga mengaku miris de-ngan mulai pudarnya budaya goro di tengah lingkungan masyarakat. Saat ini, katanya, goro sudah beralih ke media sosial.

”Sekarang banyak goro bicara, kerjanya komen saja di medsos. Hanya bicara goro, tapi tak mau bergerak,” ungkapnya.

Melalui acara tersebut, ia mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya kegiata goro.

”Dengan semangat dan niat yang ikhlas, kita goro dan bersihkan sampah di Tanjungriau,” katanya.

Dalam acara tersebut ia juga mengingatkan masyarakat tetkait surat edaran Wali Kota Batam terkait pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Karena sampah plastik susah terurai dan merusak lingkungan.

” Kita bisa lihat di sekitar lingkungan kita, umumnya dipenuhi sampah plastik,” bebernya.

Karena itu ia meminta warga membatasi penggunaan plastik dalam berbagai aktivitas.(*)