batampos.co.id – Badai Kammuri yang melanda wilayah Fillipina ternyata berefek hingga ke Kepulauan Kepri.

Efek yang diberikan untuk Kepri adalah gelombang tinggi hingga 6 meter hingga hujan deras disertai angin kencang.

Badai Kammuri adalah badai tropis yang memiliki kecepatan angin 175 km/jam, dengan hembusan hingga 240 km/jam. Akibat badai ini, sekitar 200 ribu jiwa diungsikan di kawasan Fillipina.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan badai Kammuri baru saja melanda sebagian wilayah Fillipina.

“Efek badai kammuri untuk Kepri adalah gelombang tinggi, khususnya di Natuna Utara, gelombang laut diperkirakan mencapai 6 meter,” ujar Suratman.

Menurut dia, adanya banyak penumpukan massa udara di Kepri membuat badai tersebut tak melewati Indonesia.

BMKG memprediksi dalam beberapa hari ke depan Kota Batam masih akan turun hujan. BMKG menyebut hal itu dikarenakan efek dari badai Kammuri di Filipina.Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Namun, efek dari badai itu menyebabkan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Kepri.

“Gelombang tinggi hingga 4 meter juga bepotensi untuk Anambas dan Natuna. Untuk badai hanya lewat di laut Cina karena adanya penumpukan massa udara di Kepri,” jelas Suratman.

Tak hanya gelombang tinggi, badai itu juga berefek pada tingginya intensitas hujan disertai angin kencang. Hal ini juga melanda untuk kawasan Batam dan sekitarnya.

“Efek Batam itu hujan deras disertai angin kencang hingga tiga hari kedepan. Untuk gelombang masih dikatakan normal yakni 0,8 -1,5 meter,” sebutnya.

Meski begitu, Suratman mengimbau kepada pengusaha jasa laut dan nelayan agar berhati-hati dengan gelombang tinggi. Hindari kawasan yang memiliki potensi gelombang tinggi, terutama untuk nelayan.

“Gelombang 6 meter sebenarnya sangat berbahaya,” jelasnya.

“Untuk Kapal Pelni dan sejenisnya pun ini perlu diwaspadai. Namun hingga saat ini belum ada informasi kendala pelayaran,” paparnya.(she)