Rabu, 29 April 2026

Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket Pelni Sudah Terjual 60 Persen

Berita Terkait

batampos.co.id – PT Pelni Kota Batam melakukan sistem melakukan sistem penjualan tiket buka tutup agar pemesanan tidak menumpuk di tanggal yang sama.

Kepala Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawandi mengatakan, saat ini sudah 60 persen tiket PT Pelni Batam sudah berhasil terjual.

“Sistem buka tutup sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” kata dia, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, biasanya para penumpang banyak membeli tiket pada peak season. Yaitu 21 dan 23 Desember.

“Sedangkan hari lainnya tidak, untuk itu ada sistem ini (buka tutup),” jelasnya.

Dicky menyebutkan, saat ini akses penjualan tiket peak season belum dbuka kembali.

Calon penumpang Kapal Pelni, KM Kelud tujuan Batam-Belawan menaiki kapal di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. PT Pelni menerapkan penjualan tiket secara online. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Warga lanjutnya yang ingin mudik natal dan tahun baru bisa memesan di tanggal lainnya.

“Bukan kami yang mengatur, sehingga wajar saja kalau saat warga datang dan ingin memesan yang peak season kadang harus pulang dengan tangan hampa,” ujarnya.

Kata dia, jika warga tidak ingin kehabisan tiket, bisa mensiasati dengan membeli di tanggal lain.

Pihaknya berharap warga Kota Batam yang akan merayakan natal dan tahun baru dapat memahami situasi tersebut.

“Yang mengatur jadwal Kemenhub langsung. Kalau menunggu  peak season takutnya sisa yang non seat. Jadi silahkan beli untuk tanggal lain. Mumpung masih tersedia,” tambahnya.

Kata dia, penjualan tiket masih dibuka hingga saat ini. Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2020, KM Kelud akan melayani pelayaran menuju Belawan lebih banyak dari hari biasanya.

Selain itu, saat tanggal 20 dan 22 Desember juga ada kapal bantuan Dorolonda.

Nanti akan mengangkut penumpanh tujuan Belawan, Kijang menuju Tanjungpriok.

“Karena tiket masih ada. Silahkan dipesan, nanti dkhawatirkan habis,” jelasnya.

Ia menambahkan sesuai dengan putusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KM Kelud mendapatkan dispensasi penumpang khusus non seat sebanyak 49 persen atau 1.268 penumpang.

“Jadi total penumpang untuk sekali jalan mencapai 3.865 penumpang. Jumlah ini masih aman dan sesuai dengan kemampuan KM Kelud,” terangnya.

Selain itu, berbagai kelengkapan keamanan berlayar untuk keselamatan penumpang juga sudah ada. Ia menyebutkan sebelum puncak aru mudik nanti seluruh peralatan akan dicek kelayakannya.

“Ini sangat penting. Jadi pelampung, sekoci dan peralatan lainnya harus ready demi keamanan pelayaran,” imbuhnya.(yui)

Update