batampos.co.id – DF, terdakwa kasus narkotika, menyesal dan merasa hukuman yang diberikan padanya terlalu berat.

Hal tersebut diungkapkannya dalam persidangan beragendakan pembelaan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (3/12/2019).

”Saya mengajukkan permohonan kepada majelis hakim untuk meringankan hukuman saya, karena anak saya masih kecil dan saya tulang punggung keluarga,” ujarnya saat membacakan nota pembelaan.

DF mengakui perbuatan dan kesalahannya dan meminta maaf. Ia menyatakan sangat menyesal atas perbuatannya tersebut dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

DF juga menyampaikan kerinduannya kepada anak dan istrinya.

”Saya juga meminta dan berharap kepada majelis hakim bisa mengadili dengan seringan-ringannya agar dapat berkumpul lagi dengan keluarga,” pintanya.

Ilustrasi. Terdakwa menunggu persidangan di PN Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

DF diamankan oleh warga Perumahan Sunbeach Place, Tiban, karena gerak geriknya yang mencurigakan.

Ia kemudian diamankan oleh warga dan dibawa ke pos sekuriti dan kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap Deni.

Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram dan kemudian diserahkan kepada kepolisian beserta beberapa barang bukti.

Dimana, dari pengakuan Deni, barang haram itu didapatkannya di kawasan Kampung Aceh dari Ayah yang masih dalam pengejaran.

Atas kejadian tersebut, DF dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009.

Jaksa kemudian meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman selama lima tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair satu tahun penjara.(gie)