batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprakirakan curah hujan pada 2020 rendah. Hal tersebut dipastikan berdampak terhadap volume air di waduk-waduk di Kota Batam.

Direktur Engineering ATB, Paul Bennett, menjelaskan, apabila hal tersbeut benar terjadi, pihaknya kemungkinan besar akan melakukan pendistribusian air bersih secara bergiliran.

“Jika curah hujan rendah kemungkinan kita akan melakukan rationing dan durasinya dua kali dalam seminggu,” paparnya, Kamis (5/12/2019).

Kata dia, langkah tersebut diambil agar pendistribusian air bersih ke pelanggan tetap berjalan.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Wayan Mustika, membenarkan jika pada 2020 mendatang curah hujan di Kota Batam diperkirakan rendah.

“Perkiraan kita itu terjadi pada bulan Februari,” ujarnya.

Sementara pada Desember 2019 hingga Januari 2020, pihaknya memprediksi Kota Batam akan diguyur hujan.

BMKG Hang Nadim Batam memprediksi curah hujan di kota Batam rendaha pada 2020. Guna mengatasi hal tersebut PT ATB akan melakukan rationing. Foto: PT ATB untuk batampos.co.id 

“Seminggu ke depan ini juga diperkirakan akan terjadi hujan di Batam,” jelasnya.

Hal tersebut lanjutnya dikarenakan efek dari badai Kammuri yang melanda Filipina sudah hilang.

“Besok (6 Desember 2019), efek dari badai Kammuri sudah hilang,” paparnya.

Ia melanjutkan, meski pada Februari curah hujan rendah, namun di bulang-bulan berikutnya akan kembali normal.

“Curah hujan di Kota Batam sebenarnya cukup dan biasanya di angka 150 mili liter,” paparnya.

Sementara itu Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan, perubahan cuaca di Batam dipengaruhi badai Kammuri dan mempengaruhi curah hujan di Kota Batam.

“Akibat badai Kammuri itu curah hujan yang tinggi di Batam hanya terjadi pada Desember ini,” paparnya.

Curah hujan pada Desember 2019 ini lanjutnya, diperkirakan mencapai 300 mililiter dan akan berkurang pada Januari dan Februari 2020 mendatang.

“Inilah yang coba kita antisipasi dan langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan bersama ATB dan BMKG untuk memantau kondisi ini (cuaca) secara berkala,” ujarnya.(esa)