batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengingatkan seluruh pelaku usaha pariwisata soal pentingnya perizinan.

Jangan sampai, usaha pariwisata yang sudah berjalan tidak dilengkapi perizinan yang memadai sesuai ketentuan dan berpotensi mempengaruhi usaha mereka di masa mendatang.

”Kami mengingatkan kepada pelaku pariwisata soal perizinan, sesuai dengan Perwako (Peraturan Wali Kota) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha Pariwisata di Batam,” ujar Ardi, kemarin.

Menurut dia, selama ini ada beberapa pelaku wisata yang mengabaikan perizinan. Padahal, perizinan sangat penting untuk legalitas usaha mereka.

Apalagi, Batam yang sedang digalakkan menjadi kota wisata.

Ilustrasi. foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Sudah ada yang patuh, namun masih ada yang mengabaikan. Makanya di-ingatkan,” jelas Ardi.

Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun untuk menyosialisasikan terkait perizinan ke pelaku usaha, termasuk usaha hiburan malam.

Sehingga, mereka mengetahui prosedur apa saja yang harus diikuti dan hal apa saja yang mesti ditinggalkan.

”Ini bentuknya imbauan, makanya kami sosialisasikan,” jelasnya.

Jika masih tak patuh, nantinya akan ada tim yang turun untuk pembinaan. Baik itu terkait perizinan, apakah ada sertifikasi bagi yang mempekerjakan pekerja di sektor pariwisata, termasuk juga soal pajaknya.

”Kalau usaha pariwisata mempekerjakan tenaga yang tersertifikasi, tentunya kualitas layanan akan prima, jadi berpengaruh pada citra pariwisata pada umumnya,” terangnya. (she)