batampos.co.id – Rombongan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menggelar studi tiru ke Pemko Batam, Rabu (4/12/2019). Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, melihat banyak perubahan yang terjadi di Batam terutama dari segi infrastruktur.

”Jujur saya sudah beberapa kali ke Batam, tiga tahun belakangan perkembangannya luar biasa. Dulu lihat jalannya, kok begini kota besar? tapi sekarang banyak sekali perubahan,” kata Ali.

Tidak hanya terkait infrastruktur, perizinan yang diterapkan di Batam juga pantas untuk ditiru dan dikembangkan ketika kembali ke Padang Pariaman.

”Apalagi kami ingin kembangkan daerah kami jadi smartcity. Studi tiru itu adalah bahan baku, kalau sudah kembali harus diolah agar lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sejumlah kendaraan melintas di depan Bundaran Tuah Madani di Batamceter, beberapa waktu lalu. Pemkab Padang Pariaman kagum terhadap perubahan infrastruktur di Kota Batam. Foto Cecep Mulyana/batampos.co.id

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, selain masalah perizinan dan infrastruktur, Padang Pariaman juga ingin menggali informasi perihal cara penanganan konflik di Batam.

Dimana Batam adalah daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai etnis, suku maupun agama.

”Kami bilang, pola yang kami lakukan adalah selalu melibatkan FKPD dan paguyuban,” katanya.

Selain itu, hal lain yang didiskusikan dalam pertemuan ini adalah bagaimana menjalin kebersamaam lintas pimpinan lembaga sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan lancar.

Amsakar juga menyampaikan kepada rombongan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemko Batam hingga ke tingkat kelurahan melalui dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK).

”Kalau di Padang Pariaman, karena kabupaten, desa-desanya dapat bantuan pusat melalui dana desa, sementara kita pakai APBD untuk kelurahan,” pungkasnya.(iza)