batampos.co.id – Panitia Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi kemarin mengumumkan delapan calon pengganti I Dewa Gede Palguna.

Satu di antara delapan orang tersebut akan menggantikan Palguna sebagai hakim konstitusi usulan presiden mulai 7 Januari mendatang.

Pekan depan para calon hakim konstitusi itu menjalani sesi wawancara. Empat di antara delapan orang tersebut berlatar belakang dosen dari sejumlah universitas.

Yakni, Benediktus Hestu Cipto Handoyo, Bernard L. Tanya, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, dan Umbu Rauta.

Lalu, ada anggota DKPP Ida Budhiati, mantan Komisioner Komisi Yudisial Suparman Marzuki, Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkum HAM Widodo Ekatjahjana, dan Kajari Jaktim Yudi Kristiana.

Ketua Pansel Hakim Konstitusi, Harjono, menjelaskan, sesi wawancara akan melibatkan pansel dan penguji dari luar.

’’Setelah wawancara, nanti kami tentukan tiga untuk diserahkan kepada presiden,’’ terangnya saat ditemui di sela konferensi nasional Bawaslu Kamis (5/12/2019).

Presiden akan memilih satu di antara tiga nama untuk ditetapkan sebagai hakim MK pengajuan eksekutif.

Harjono memastikan, pre-siden tidak memberikan kriteria khusus siapa yang akan menjadi hakim konstitusi pilihannya. Semua diserahkan kepada pansel.

Ilustrasi Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Jawa Pos

’’Presiden hanya menunggu hasil dari kami tiga orang,’’ lanjut mantan hakim konstitusi itu.

Kata dia, Presiden baru memilih apabila pansel sudah menghasilkan tiga nama.
Wawancara akan dilakukan pada 11-12 Desember di Kementerian Sekretariat Negara.

Pada hari yang sama, peserta juga menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Setelah itu, pada 18 Desember, tiga nama terbaik akan diserahkan kepada presiden.
Delapan orang tersebut, lanjut Harjono, merupakan nama yang lolos dari tes tertulis. Yakni, berupa pengumpulan paper atau makalah dan tes tertulis.

’’Kami (tim pansel) memberikan satu nilai masing-masing,’’ jelasnya.

Setelah itu, hasil penilaian diakumulasi dan diranking. Delapan nama itulah yang nilainya tertinggi dari 17 calon hakim MK.

Mahkamah Konstitusi memiliki sembilan hakim. Tiga orang usulan presiden, tiga orang usulan DPR, dan tiga orang usulan Mahkamah Agung.

Selain Palguna, hakim dari unsur pemerintah lainnya adalah Saldi Isra dan Enny Nurbaningsih.

Palguna sudah dua kali menjabat sehingga tidak mungkin lagi diajukan. Sementara itu, ada satu hakim lagi yang akan habis masa jabatannya pada 7 Januari mendatang.

Dia adalah Suhartoyo, hakim konstitusi usulan Mahkamah Agung. Hingga saat ini, belum ada informasi bahwa MA akan menggelar seleksi terbuka sebagaimana presiden.

Suhartoyo baru satu periode menjabat sehingga masih mungkin diajukan lagi.
Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai sistem rekrutmen hakim MK sebe-narnya secara umum tidak terlalu baik.

’’Di presiden paling baik karena terbuka. Kedua di DPR. Paling sedih adalah MA yang sangat tertutup (untuk seleksi),” ujarnya.(byu/c19/fat/jpg)