BANYAK teman bertanya atas kunjungan mendadak Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi Revianto dan para PJU (Pejabat Utama) Polda Kepri, ke kantor, empat hari yang lalu. Saya jawab, ya kunjungan biasa. Tapi mereka penasaran. Masa dilakukan menjelang Pilkada?

Dalam catatan saya, ini kunjungan kedua perwira bintang dua itu ke Batam Pos. Pertama, tahun lalu, beberapa saat setelah Jenderal Budhi dilantik sebagai Kapolda. Sudah semacam tradisi, pejabat baru instansi apapun akan melakukan media visit ke media-media yang dianggap “mainstream” seperti Batam Pos.

Awalnya, memang saya ditelpon Kabid Humas Kombes Airlangga. Senin pagi itu, beberapa saat sebelum saya memimpin rapat rutin di kantor, Kombes Airlangga menelpon. Kebetulan, karena saya ganti ponsel, nama penelpon tidak muncul. Saya jawab sekadarnya, pura-pura sudah akrab saja dengan si penelpon. Saya tidak tanyakan itu siapa.

Tapi setelah mengatakan bahwa Kapolda akan mampir silaturahmi ke kantor, saya balik bertanya, “Mengapa mendadak? Ini sudah mau meeting rutin sama teman-teman.” Saya tak enak membatalkan meeting rutin perusahaan.

Selanjutnya, telepon beralih. Di seberang, terdengar suara khas dan berat Wakapolda Brigjend Yan Fitri Halimansyah. “Dik, tolong terima Kapolda ya? Beliau hanya mau ngopi-ngopi.”

Mendengar suara Jenderal Yan, dengan sigap saya menjawab, “Siap Jenderal! Silakan, dengan senang hati.”

Saya bergegas ke ruang meeting di lantai 2 itu. Saat membuka rapat, saya langsung infokan bahwa meeting pagi itu bisa jadi terinterupsi sewaktu-waktu karena sebentar lagi akan ada kunjungan Kapolda Kepri dan beberapa PJU Polda. Lalu kami rapat seperti biasa. Membahas kinerja omzet iklan, koran, performance keuangan, dan hal-hal seputar capaian sepekan terakhir. Tak lama kemudian, sekitar 25 menit berlalu, benar saja, ajudan Kapolda mengetuk pintu ruang meeting dan memberi kode ke saya bahwa Kapolda sudah tiba di areal Graha Pena. Saya keluar.

Setelah menyambut kedatangan Jenderal Budhi di parkiran depan, lantai satu, lalu bersalaman, sedikit rangkulan, kemudian saya ajak menuju lift di sisi tengah Graha Pena. Beberapa karyawan yang kebetulan ada di lantai dua, disalami oleh Kapolda dan saya perkenalkan satu per satu. Kemudian kami masuk lagi ke ruangan meeting bersama rombongan Kapolda.

Usai basa-basi sedikit, saya persilakan Jenderal Budhi menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya.

“Silaturahmi biasa, sebab ini hari yang istimewa bagi saya, karena sudah 1 tahun 3 bulan dan 13 hari saya bertugas sebagai Kapolda Kepri,” ucap Jenderal asal Jatim dan lama di Jakarta itu.

Kapolda kemudian menguraikan beberapa bidang yang menjadi konsentrasinya selama bertugas sebagai orang nomor satu di Polda Kepri. Soal pengamanan Pileg, Pilpres, kamtibmas, sampai kepada potensi-potensi gangguan keamanan lainnya di Kepri.

“Harga cabe saja saya pantau, karena itu salah satu penyebab inflasi. Ini termasuk dalam potensi gangguan dan saya rutin menyampaikan masukan kepada kepala daerah,” paparnya.

Selanjutnya, dia memaparkan sekilas titik berat lima program prioritas Presiden Jokowi di periode kedua pemerintahannya. Itu semua, menjadi tugas Polri untuk memastikan bahwa kelima program prioritas Jokowi itu dapat terlaksana dengan baik. Oleh sebab itulah, potensi gangguan kamtibmas sekecil apapun, harus direspons dengan cepat oleh Polri.

Yang membuat suasana pertemuan dengan Kapolda semakin hangat, berkali-kali Jenderal Budhi menggoda saya. “Ini kan Pak Candra Ibrahim sebagai Dirut Batam Pos, Beliau juga Ketua PWI Kepri. Jadi, kunjungan saya ini dapat dua,” katanya sambil tertawa.

Di bagian lain, Jenderal Budhi juga saya hitung tiga kali menyinggung soal ikhtiar saya yang sedang berusaha mengikuti kontestasi Pilkada Kota Batam saat ini.

“Jadi, kalau Pak Candra Ibrahim memerlukan data-data kerawanan, potensi kamtibmas, dan lain-lain, misalnya peta di TPS-TPS, nanti kita bisa diskusikan,” goda Kapolda. Kami semua tertawa. Saya hanya mengatakan “aamiin” sambil meletakkan kedua telapak tangan di depan wajah. (*)