batampos.co.id – Anggaran untuk pelatihan kerja di Disnaker Kota Batam 2020 berkurang hingga Rp 7 miliar.

Akibatnya pelatihan untuk pencari kerja (Pencaker) dan peningkatan keahlian bagi pekerja dibatasi.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, pelatihan untuk pencaker tetap dilaksanakan tahun depan. Hanya saja, pelatihan yang diberikan lebih terbatas dibanding tahun lalu.

“Karena anggaran juga tak banyak. Jadi pelatihan yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” kata Rudi, Kamis (5/12/2019).

Menurut dia, tahun 2019 dana yang dianggarkan untuk pelatihan itu lebih dari Rp 17 miliar. Namun untuk tahun depan berkurang jadi Rp 10 miliar.

“Berkurang sekitar Rp 7 miliar dengan tahun depan,” ujar Rudi.

Beberapa pencari kerja di Multi Porpuse Hall (MPH) Batamindo, membaca pengumuman lowongan kerja. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam membatasi peltaihan kerja untuk para pencari kerja karena anggaran yang berkurang hingga Rp 7 miliar. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Dikatakannya, beberapa pelatihan yang menjadi prioritas di antaranya kemaritiman, pariwisata, begitu juga dengan peningkatan keahlian.

Minimnya anggaran tahun depan akan berdampak pada jumlah peserta pelatihan nantinya.

“Menyesuaikan dengan dana yang ada. Sudah pasti jumlah pelatihan dan peserta berkurang jika dibanding tahun ini,” terang Rudi lagi.

Selain itu, pihaknya juga diminta untuk mencari LPK yang bisa mendukung pelatihan perawatan pesawat.

Sebab, saat ini Batam dalam tahap pembangunan bengkel pesawat yang berlokasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Kalau sudah jadi, nanti pasti membutuhkan banyak tenaga kerja,” jelasnya.

“Pak Wali inginnya kesempatan ini bisa dimanfaatkan anak-anak Batam. Karena di Batam kan belum ada LPK untuk perawatan pesawat. Itu juga yang kami lagi usahakan,” terangnya lagi.

Kata dia, karena aturan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) membuat pendapatan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Sejak 1 November 2018 lalu pembayaran IMTA dikembalikan ke awal dan perpanjangan dilakukan di 2019.

“Jadi baru ada dampaknya itu tahun November 2020 mendatang. Jadi anggaran IMTA lebih besar dari sekarang. Untuk itu kami lagi cari LPK untuk perawatan pesawat agar mau membuka cabang di Batam,” ungkapnya.(she)