batampos.co.id – Sales Area Manajer Pertamina Kepri, Awan Raharjo, menegaskan pihaknya menjamin tidak akan ada lagi kelangkaan stok BBM baik di laut maupun di darat hingga akhir tahun 2019.

Hal tersebut disampaikannya di hadapan Plt Gubernur Kepri, Isdianto, saat berkunjung ke depo Pertamina Kabil, Jumat (6/12/2019).

“Sebetulnya yang habis itu bukan stok BBMnya (terkait tak jalannya beberapa kapal penyeberangan dari Batam ke Tanjungpinang),” ujarnya.

“Mungkin beberapa agen kapal pelayaran tidak bisa mengisi BBM. Kalau stok kami jamin aman karena rata-rata stok kami (Pertamina) di atas lima hari ketahanannya,” kata dia lagi.

Menurutnya aturan main di Pertamina, stok BBM harus dijaga minimal sampai tiga hari ketahanan.

Sehingga saat stok akan mendekati tiga hari, tanker akan masuk melakukan pengisian ulang.

Puluhan pengendara mengantre BBM jenis premium di salah satu SPBU di Paradise, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Jadi permasalahan kemarin, kapal tak bisa berlayar bukan karena stoknya, tapi karena kuota BBM yang diberikan langsung oleh BPH Migas ke agen-agen pelayaran sudah habis, tak bertahan hingga akhir tahun,” terangnya.

Kata dia, kuota BBM dari BPH Migas untuk sejumlah agen pelayaran di Kepri dan Batam sendiri ternyata sudah habis per 1 Desember 2019.

Dari sekitar sembilan kapal yang diberikan kuota oleh BPH Migas sebesar 6.370 kiloliter dalam waktu satu tahun, ternyata kuota itu tidak bertahan hingga akhir Desember ini.

Sebenarnya kata dia, penambahan kuota BBM jenis solar ke agen-agen pelayaran bukan domainnya Pertamina.

Namun karena pemerintah daerah sudah membuatkan surat ke BPH migas dan meminta penambahan kuota bagi agen-agen pelayaran, Pertamina mengeluarkan kebijakan untuk menyaluran BBM untuk agen-agen kapal tersebut.

“Ini memang sudah kami pastikan dan kami jamin agar jangan sampai ada lagi kendala terkait kelangkaan BBM kedepannya,” tutur Awan.

Soal suplai BBM untuk yang di darat atau di SPBU, Awan mengatakan tak ada masalah untuk di Kepri dan Batam.

Per Desember ini, kata dia, kondisi untuk suplai BBM jenis premium membaik dan hanya terjadi kelebihan 1 persen saja.

“Kita akan jaga seperti ini. Sehingga sampai akhir tahun ini premium tetap ada. Begitu juga dengan BBM jenis solar per 1 Desember ini angka overnya sudah membaik hanya tinggal 2 persen saja,” ujarnya.(gas)