batampos.co.id – Tujuh kandidat bakal calon (bacalon) wali kota dan wakil wali kota Batam memaparkan visi dan misi dalam konvensi Partai Hanura Kota Batam di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Jumat (6/12/2019).

Salah satu bakal calon, Johanes Tarigan, memaparkan visinya untuk mewujudkan Kota Batam yang lebih sejahtera, maju, dan berkepribadian, didukung pemerintahan yang profesional.

Ada sembilan misi yang dia paparkan. Di antaranya, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan peningkatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Juga pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Calon lainnya, Mustofa Widjaja, mengatakan salah satu visinya bila dipercaya sebagai wali kota Batam ialah mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani dengan sumber daya unggul di bidang perdagangan dan perindustrian, serta kemaritiman pada 2030.

Kandidat lainnya, Olfriady Letunggamu, memaparkan visinya mewujudkan Batam yang kuat, berdaulat, mandiri, inovatif, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong dengan semangat baru untuk bekarya.

Berbeda dengan Surya Makmur Nasution, bacalon lainnya. Ia memaparkan visinya Batam Bagus Menjadi Warga Dunia.

Sementara misinya, Batam tidak lapar, Batam tidak sakit, Batam tidak bodoh, dan kumuh, Batam tidak banjir dan macet.

Sementara itu, Lukita Dinarsyah Tuwo, bacalon wali kota menyebutkan, visinya yaitu mewujudkan Batam bahagia mendunia, sejahtera rakyatnya, ekonomi tumbuh 7 persen, dan maju kotanya.

Kandidat lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim, dalam visinya ingin menjadikan Batam sebagai pusat ekonomi modern yang pro-rakyat, berbasis Iptek, Imtaq, dan milenial partisipatif.

Sedangkan misinya, Candra menggesa tercapainya Batam sebagai pusat perekonomian kawasan Barat dan lokomotif ekonomi nasional, dengan mensinkronkan relasi Pemko, BP Batam, Pusat, dan stakeholders dalam menata regulasi dan implementasinya.

Kemudian, Candra juga ingin memperkuat jati diri dan karakter masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ditopang pengembangan Kebudayaan Melayu sebagai rumah bersama bagi suku lainnya.

Bakal calon Wakil Wali Kota Batam, Candra Ibrahim (dua dari kiri) bersama bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Batam berjabat tangan saat mengikuti Konvensi Partai Hanura Kota Batam di Ballroom Golden Prawn, Bengkong, Jumat (6/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Juga menguatkan peran digital economy development dengan memfasilitasi start-up, pelaku ekonomi digital, serta pelayanan prima menuju implementasi 4.0 sebagai persiapan menuju 5.0.

Misi lainnya, Candra ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara menguatkan basis-basis ekonomi kerakyatan. Di antaranya penataan pedagang kaki lima dan usaha kecil.

“Kita juga memperluas partisipasi kaum muda milenials dalam pembangunan ekonomi kreatif. Mengefektifkan keikutsertaan rakyat mainland dan hinterland dengan meningkatkan peran UMKM,” tuturnya.

Selain itu, ia juga memiliki 10 program prioritas 2020-2025, yakni optimalisasi dan efektivitas penerimaan daerah dengan integrated system berbasis IT.

Diskon besar tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) rumah sederhana di atas lahan kurang dari 100 meter persegi.

Candra juga menyampaikan, jika terpilih, akan menggelar apel bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemko dan BP Batam rutin satu bulan sekali dalam rangka sinergitas dan harmonisasi program pembangunan bersama dan revitalisasi peran BP Batam sebagai core investment institution dengan mendesak keberpihakan pemerintah pusat bersama provinsi, forkominda, dan seluruh stakeholders.

Candra dalam misi juga menyampaikan peningkatan ilmu, iman, dan takwa dengan memfasilitasi kegiatan tokoh agama, pendidik, peserta didik, pesantren, dan kelompok keagamaan.

Melanjutkan proyek infrastruktur yang berkolerasi pada peningkatan PAD. Lalu membangun Youth Art and Creative Center sebagai wahana kreativitas anak muda Batam.

Memfasilitasi pelatihan bisnis bagi UMKM, start-up, pelaku pariwisata, dan kelompok sadar wisata, terutama kawasan hinterland.

“Selain itu, kita akan memfasilitasi forum kerja sama kabupaten/kota tetangga sebagai daerah penyangga kebutuhan sembako warga Batam bekerja sama dengan pelaku ekonomi kerakyatan Batam,” tambah Candra.

Memperkuat fungsi koordinasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam sebagai wahana perekat antar-suku dan paguyuban.

Terakhir, dalam paparan misinya, Candra akan melakukan penguatan fungsi promosi “Pemko Plus” Kota Batam sebagai tujuan utama investasi asing, nasional, dan pariwisata.

Ketua Tim Penjaringan Partai Hanura Kota Batam, Kamaruddin, mengatakan, konvensi ini dilakukan guna menjaring bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Partai Hanura.

Setiap bakal calon diminta memaparkan visi dan misi di hadapan panelis.

“Konvensi ini kita selenggarakan sesuai arahan DPP Partai Hanura. Ini bagian dari penjaringan bakal calon yang dilakukan Partai Hanura,” kata Kamaruddin.

Peserta konvensi adalah bakal calon yang mendaftar di Partai Hanura. Tercatat ada 13 bakal calon yang mendaftar di Partai Hanura.

Namun hanya tujuh yang ikut konvensi. Mereka adalah Asnah, Candra Ibrahim, Lukita Dinasyah Tuwo, Surya Makmur Nasution, Johanes Tarigan, Mustofa Widjaja, dan Olfriady Letunggamu.

“Konvensi ini sekaligus dalam rangka promosi para bakal calon dan juga menjaga stabilitas Partai Hanura di daerah,” ucap Kamaruddin.

Selain memaparkan visi dan misi serta janji yang akan mereka capai jika dipercaya memimpin Kota Batam, pada konvensi itu, juga dilakukan dialog antara sesama bakal calon.

Panelis sebagai pemandu acara memberikan pertanyaan yang berbeda kepada masing-masing bakal calon.

“Panelis kita hadirkan dari profesional, media, tim pilkada pusat Hanura, dan tim pilkada daerah,” sambung Kamaruddin.

Batam sendiri, lanjutnya, menjadi pilot projek pelaksanaan konvensi nasional. Batam menjadi daerah pertama yang melaksanakan konvensi Partai Hanura di daerah.

Hal ini dianggap penting oleh DPP Hanura mengingat saat ini Hanura memiliki 4 kursi di DPRD Batam.

“Konvensi di Batam menjadi acuan buat kota lainnya. Hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh tim pilkada pusat bahwa Batam sebagai percontohan pelaksanaan konvensi di daerah,” tutur dia.(rng/she)