batampos.co.id – Pemerintah Singapura bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), sepakat membuka pangkalan detasemen pelatihan angkatan udara Republik Singapura (RSAF) di Guam. Ini menjadi detasemen keempat mereka di wilayah pangkalan militer AS.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan (MINDEF) Singapura Ng Eng Hen dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper, Sabtu (7/12) kemarin.
Dilansir dari Channel News Asia, kerangka kerja untuk detasemen RSAF di Guam mencakup penyebaran pesawat tempur F-15SG dan F-16 dan aset pendukung lainnya ke Pangkalan Udara Anderson untuk pelatihan.

”Kesepakatan itu dicapai setelah studi yang dilakukan dengan AS pada sejumlah faktor, termasuk kesesuaian area pelatihan, infrastruktur dan jenis dukungan lainnya,” ujar Ng Eng Hen di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman.

“Area udara pelatihan yang luas di Guam akan memung-kinkan RSAF untuk melakukan pelatihan yang realistis, untuk mengasah kemampuan dan kesiapan mereka,” tambahnya.

Tiga pesawat F-16 Angkatan Udara Republik Singapura terbang di langit Lim Chu Kang selama pratinjau media di Singapura.
F. Roslan Rahman/AFP

Selama ini, Singapura sebagai negara kota kecil memang memiliki ruang udara yang terbatas untuk pelatihan angkatan udaranya. Itulah sebabnya, RSAF harus mencari ke luar negeri untuk memenuhi persyaratan pelatihannya.

Guam akan menjadi detasemen angkatan udara keempat di wilayah AS setelah detasemen pesawat tempur Peace Carvin II F-16 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, Detasemen tempur F-15SG Peace Carvin V di Pangkalan Angkatan Udara Home Mountain di Idaho dan Peace Vanguard AH- 64 detasemen helikopter Apache di Marana, juga di Arizona.

Selain di Guam, RSAF juga memiliki detasemen pelatihan di Australia dan Prancis. (*)