Selasa, 7 April 2026

Zumba Battle di Kepri Coral

Berita Terkait

batampos.co.id – Ratusan peserta mengikuti zumba party di Kepri Coral, Sabtu (7/12). Dihadiri enam Zumba Instructor (Zin) Melaka dan Batam, acara zumba battle ini sukses digelar.

Ditaja Brevet Melaka dan Kepri Coral serta didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam dan Batam Tourism and Promotion Board, acara berlabel zumba party ini dihelat melibatkan lebih dari seratus zumba lovers dari masing-masing negara tersebut.

”Temanya zumba on the island,” ujar GM Kepri Coral, Eddy C Lumawie, kemarin.

Menurutnya, selama ini event zumba biasa digelar di mainland, tapi untuk kali ini pihaknya sengaja menaja di pulau.

”Kita bawa mereka ke pulau agar dapat atmosfer yang berbeda. Sehingga, tamu kita di sini dapat dua hal, bisa berzumba, dapat pula suasana pantai dan aura alam terbuka. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” katanya.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi gelaran tersebut. Ia menyebut, wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia sebagai dua besar penyumbang kedatangan turis di Batam, harus mendapat atensi lebih agar dari tahun ke tahun jumlah yang berkunjung ke Batam meningkat.

Acara Zumba Battle diikuti ratusan peserta dari Zin Melaka dan Batam di Kepri Coral, Sabtu (7/12/2019). Foto: Levina/Batam Pos

”Sejak tahun 2011, Malaysia berkontribusi signifikan dalam kunjungan wisman kita, rata-rata 150 ribu hingga 200 ribu kunjungan per tahun,” jelasnya.

“Tapi sejak tahun 2017, angkanya naik di atas itu. Tahun 2018 bahkan sampai menyentuh angka 301 ribu,” sebut Ardi lagi.

Mantan Kabag Humas Pemko Batam itu mengajak pemain industri pariwisata untuk makin bergiat menggelar berbagai kegiatan yang ditujukan untuk menyasar para wisman Malaysia.

Sementara itu, Ketua Batam Tourism and Promotional Board, Rahman Usman, mengatakan, di satu sisi wisman Malaysia pada faktanya adalah penyumbang kunjungan nomor satu di Indonesia.

Tahun lalu, negeri jiran itu berkontribusi menyumbang 2,5 juta orang.

”Nah, Batam justru hanya mampu menangguk 300 ribuan saja. Maka ini, jadi PR (Pekerjaan Rumah), agar di masa depan, Batam harus bekerja lebih keras. Tugas kita bersama lah ini,” sebutnya.

Ada ceruk besar, sambungnya, yang bisa dibidik dari para wisman Malaysia ini. Hanya belakangan ini, Batam dinilai belum maksimal menggarapnya.

”Selain table top, sales mission, menaja event semacam ini harus kerap dilakukan. Handicap mereka ke sini, kan salah satunya karena mereka kurang teredukasi destinasi Batam,” jelasnya.

“Mereka banyak tidak tahu, kalau kita punya island resort, macam Labun, Ranoh Island, atau Kepri Coral,” tutupnya lagi.(yui)

Update