batampos.co.id – Normalisasi drainase dari Pemko Batam sudah cukup maksimal di Batuaji dan Sagulung. Namun demikian persoalan banjir belum sepenuhnya diatasi.

Penyebabnya bukan saja karena faktor alam seperti longsoran tanah ataupun menjamurnya tumbuhan liar yang mempersempit drainase, tapi juga ulah masyarakat sendiri.

Kesadaran untuk jaga kebersihan lingkungan masih rendah. Sampah dibuang ke sembarang tempat sehingga terbawa air saat hujan ke dalam drainase.

Sampah-sampah rumah tangga ini akhirnya menumpuk di lokasi penyebrangan air sehingga terjadi penyumbatan yang mengakibatkan lingkungan sekitar kebanjiran.

Inilah yang terlihat di lokasi penyebrangan air pinggir jalan R Suprapto depan sekolah Putera Batam, Batuaji.

Tumpukan sampah memenuhi ujung gorong-gorong yang akan melintas ke wilayah Sagulung.

Tumpukan sampah di drainase. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pantauan di lapangan, sebagian sampah sudah diangkat oleh petugas kebersihan ke pinggir jalan, namun itu hanya mengurangi saja sebab masih banyak lagi tumpukan sampah lain di dalamnya.

“Seminggu yang lalu diangkat oleh petugas, tapi sekarang sudah banyak lagi,” kata Ahmad, warga setempat, Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, drainase tersebut merupakan drainase induk. Sehingga semua aliran air dari kelurahan Buliang menumpuk di drainase tersebut.

“Sampah-sampah juga hanyut ke sini,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya yang masih minim ini dibenarkan oleh pihak kecamatan Batuaji.

Camat Batuaji, Ridwan, mengatakan, pihaknya meluncurkan program bank sampah di setiap kelurahan untuk mengatasi persoalan sampah itu.

Sampah yang bernilai ekonomis disimpan kemudian dibawa ke kantor kelurahan masing-masing.

Sampah-sampah ini dihargai dengan rupiah yang nantinya bisa dipergunakan untuk membayar iuran BPJS dan lain sebagainya.

“Sudah berjalan (program bank sampah). Sudah banyak yang jadi nasabah tetap dan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Selama ini kata dia, kebiasan buang sampah sembarangan masih dilakukan warganya.

“Kita berharap kebiasan yang kurang bagus itu ditiadakan demi kenyamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.(eja)