Minggu, 26 April 2026

Longsor Kembali Terjadi di Bengkong

Berita Terkait

batampos.co.id – Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Bengkong, Senin (9/12/2019).

Setelah sebelumnya menimpa dua rumah kos dan satu dapur di Bengkong Indah, longsor kali ini mengenai satu rumah yang berada di kawasan perbukitan yang beralamat di Blok A5 Nomor 33, RT 01, RW 04, Kampung Belimbing, Kelurahan Sadai, Bengkong.

Rumah tersebut ditempati oleh Kristiana beserta keluarganya. Longsor mengakibatkan batu miring atau tembok besar yang berada di belakang rumahnya sebagian besar hancur dan beberapa pohon ikut tertimbun longsor.

Kristiana mengatakan, longsor terjadi sejak pukul 03.00 pagi WIB.

“Sudah agak lama sebenernya tembok itu mulai retak-retak kecil, dan tadi pagi itu saya sudah dengar suara reruntuhan yang besar, karena masih pagi sekali saya belum lihat ke belakang,” ucapnya.

Kristiana menambahkan, pagi sekitar pukul 06.00 WIB, barulah Ketua RT datang ke rumah dan mengabarkan tentang longsor tersebut.

Merespons kejadian itu, Camat Bengkong, Tahir, pihak Kelurahan Sadai dan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Batam, Yumasnur, beserta jajaran meninjau ke lokasi kejadian sekitar pukul 10.40 WIB.

Longsor terjadi karena pergesaran tanah di rumah tersebut diperparah oleh cuaca Batam yang belakangan ini sering diguyur hujan.

Kepala DBM SDA Batam, Yumasnur (kemeja putih), bersama Kepala Diperkimtan Batam, Eryudhi Apriadi, dan Camat Bengkong M Tahir turun meninjau lokasi tanah yang longsor di Kampung Belimbing, Bengkong, Senin (9/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Selain mengecek ke lokasi, Yumasnur juga memanggil Ketua RW setempat untuk memberikan keterangan sekaligus solusi terhadap bencana longsor tersebut, baik untuk korban maupun warga sekitarnya.

“Kalau dari saya, solusinya untuk sementara waktu warga yang ada di dekat titik longsor ini untuk segera pindah ke lokasi yang lebih aman,” ujar Yumasnur.

Yumasnur mengatakan, longsor itu dikarenakan kondisi rumah yang berada di ujung tebing.

Jika mendatangkan alat berat untuk penanganan, namun warga di sekitar belum juga mengungsi, maka ditakutkan akan terjadi longsor susulan.

“Ini tidak diganggu alat berat saja sudah longsor, apalagi nanti kalau didatangkan, tambah longsor lah di atas,” jelasnya.

“Saya maunya warga yang di dekat sini untuk mengosongkan rumahnya dulu, nanti kami akan perbaiki dan tata dengan sebaiknya,” papar Yumasnur.

Pantauan Batam Pos, ada sekitar puluhan rumah yang berdekatan dengan titik longsor tersebut.

Menanggapi itu, Kristiana yang tinggal di rumah yang berdekatan dengan area longsor tersebut mengatakan, saat ini dirinya bingung untuk pindah ke lokasi yang lebih aman, karena terkendala dana.

“Kalau pindah ke rumah keluarga, mereka tak mau karena sudah penuh. Kalau mau kos berat di dana, apalagi ini mau Natal dan Tahun Baru,” imbuh ibu dengan tiga anak tersebut.

Kristiana mengaku dirinya telah menempati rumah tersebut sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Namun, baru kali ini terjadi longsor yang menimpa belakang rumahnya.

“Biasanya yang dekat pembangkit listrik PLN itu longsor, bukan yang di sini,” pungkasnya. (mib)

Update