Tak terasa Corner Kick yang terbit setiap Selasa di Harian Pagi Batam Pos dan media online batampos.co.id sudah memasuki edisi ke-125. Inilah edisi terakhir yang saya buat.
Entah atas pertimbangan apa, tiba-tiba saja tadi malam saya ingin mengakhirinya. Momentumnya tepat di angka 125. Tidak ada makna atau arti dari angka tersebut. Ya, pengin mengakhiri saja.

Corner Kick berangkat dari keinginan untuk berpendapat. Mengutarakan buah pikiran. Sayang kalau dipendam. Sehingga dituangkan dalam sebuah tulisan. Saya menyebutnya kolom suka-suka. Gaya penulisannya pun juga semau saya. Hehehehehe.

Lebih dari setahun Corner Kick muncul. Ada suka dan duka. Ada yang unik dan menjengkelkan. Ada yang serius dan berbau guyonan. Bahkan ada yang menyebabkan pro dan kontra. Tapi bagi saya itulah tujuannya.

Lalu bagaimana nasib Corner Kick selanjutnya? Entahlah. Saya belum memikirkan. Belum punya perencanaan. Biarkan berhenti begitu saja. Pokoknya selesai. Ini tulisan terakhir.
Apakah akan menulis lagi? Ini yang belum bisa saya jawab. Saya juga tidak tahu jawabnya apa. Pengin setop dulu. Sama seperti saat saya memutuskan “pensiun” dari urusan me­ngelola sepak bola.

Terkadang, keputusan yang nyeleneh harus kita ambil. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi demi diri sendiri. Sama halnya seperti Corner Kick ini, “pensiun” atas kehendak saya pribadi. Tanpa dorongan, saran, atau masukkan dari siapa-siapa.

Apakah saya lelah menulis? Entahlah. Lagi-lagi saya tidak tahu jawabannya. Soalnya baru saya putuskan tadi malam. Saat hendak menulis edisi 125 di handphone, tiba-tiba saja yang terlintas adalah keinginan untuk mengakhiri.

Lalu, kenapa Corner Kick muncul? Alasannya simpel. Saya ingin menjaga performa. Kebetulan saja saya berangkat dari redaksi. Empat tahun memimpin redaksi sebelum akhirnya ditugaskan ke Batam.

Dengan menulis, setidaknya saya belajar konsisten. Karena sebelumnya Corner Kick wajib terbit. Sekaligus juga menjaga kebiasaan menulis. Biasanya orang redaksi akan gatal tangannya kalau berhenti menulis. Hehehehehehe.

Ya, ya, ya… Semoga saja Corner Kick yang pernah Anda baca dapat bermanfaat. Dapat memberikan inspirasi dan berkah. Karena niatnya semata-mata untuk berbagi pikiran dan pengalaman.

Penting bagi saya untuk mengakhiri Corner Kick. Apapun alasannya, hanya saya dan Allah SWT yang tahu. Tersimpan dengan sangat rapat di sanubari. Wassalam. (*)