batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menyiapkan anggaran Rp 800 juta, untuk detail engineering design (DED) peningkatan puskesmas menjadi rumah sakit tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan rencana peningkatan fasilitas ini akan dikerjakan Tahun 2021 mendatang.

Puskesmas yang akan ditingkatkan menjadi rumah sakit ada dua yaitu Puskesmas Jabi dan Botania.

“Nanti kami lihat dulu yang paling siap untuk ditingkatkan jadi rumah sakit. Sesuai dengan kebutuhan,” kata dia, Rabu (11/12/2019).

Didi mengungkapkan melibat kebutuhan, Puskesmas Jabi lebih siap untuk dijadikan rumah sakit. Hal ini karena di daerah sana ketersediaan rumah pemerintah belum ada.

Warga berobat di Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (20/8/2019) lalu. Dinkes Batam akan meningkatkan staus puskesmas Botania dan jabi menjadi rumah sakit. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Pak wali maunya di sana, sebab memang kebutuhan di situ memang ada. Makanya kami akan usulkan jadi rumah sakit,” imbuhnya.

Ia menambahkan kehadiran rumah sakit pemerintah di sana merupakan bentuk pemerataan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Untuk peningkatan ini membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 25 miliar. Rencana peningkatan fasilitas ini akan diusulkan melalui Pemerintah Provinsi Kepri atau pusat.

Hal ini karena melihat kondisi APBD yang terbatas, sehingga tidak sanggup untuk peningkatan fasilitas ini.

“Selama ini kan pembangunan selalu diusulkan melalui pusat dan itu dapat. Untuk peningkatan ini kami upayakan dari mereka juga,” sebutnya.

Ia berharap keberadaan rumah sakit di sana nanti memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.

Saat ini rumah sakit pemerintah hanya ada satu yaitu RSUD Embung Fatimah. Selain itu ada 19 puskesmas yang sudah beroperasi dan tersebar di Batam.

“Tahun ini selesai Puskesmas Mentarau yang merupakan puskesmas ke 20. Jadi peningkatan fasilitas ini bertujuan untuk pelayanan lebih baik,” sebut Mantan Direktur RSUP, Bintan ini.(yui)