batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello mempersiapkan sejumlah alternatif masyarakat sebagai akses atau pintu masuk dan keluar Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Apalagi kondisi laut saat ini yang tidak stabil, di mana cuaca ekstrem sering terjadi secara tiba-tiba.

Agar masyarakat bisa berpergian keluar Lingga, Pemkab Lingga menggandeng maskapai penebangan Wings Air melayani penerbangan Dabo-Batam dan sebaliknya dengan pesawat jenis Avions de Transport Regional (ATR) 72 jenis 500 – 600.

Sehingga saat ini tidak ada kendala transportasi bagi seluruh kegiatan, baik acara pemerintahan, bisnis, pariwisata dan lainnya.

Bahkan Wings Air melayani masyarakat dengan penerbangan yang lebih jauh seperti penerbangan antar Provinsi walau transit di Bandara Hang Nadim terlebih dahulu.
Antusias warga menggunakan penerbangan komersial ini terbilang sangat tinggi, terlebih moda transportasi udara ini sangat digandrungi ketika kondisi laut yang kurang bersahabat seperti beberapa hari belakangan ini.

Penumpang sedang menaiki pesawat Wings Air di Bandara Dabo Singkep beberapa waktu lalu.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

“Dengan adanya jalur udara yang dilayani Wings Air dan Susi Air tentunya pintu transportasi terbuka lebar bagi wilayah Bunda Tanah Melayu ini,” ujar Alias Wello, Rabu (11/12/2019) pagi.

Saat ini, rute Batam – Dabo Singkep, tersedia dua maskapai pilihan, yakni Wings Air dan Susi Air. Sedangkan untuk rute perjalanan dari Tanjungpinang-Dabo Singkep, hanya tersedia satu maskapai, yakni Susi Air saja. Sebelumnya, jalur penerbangan di wilayah udara Kabupaten Lingga hanya dilayani oleh satu maskapai saja yakni Susi Air dengan tipe penerbangan perintis.

”Alhamdulillah, kehadiran Wings Air melayani rute penerbangan Batam – Dabo Singkep pulang pergi, mendapat respon positif dari masyarakat Lingga. Saya terus mengikuti perkembangannya. Mudah-mudahan, tahun depan, sudah bisa terbang setiap hari,” kata Bupati Lingga, Alias Wello. (wsa)