batampos.co.id – OAS, terdakwa penjambretan yang membuat korbannya mengalami luka pada bagian siku dan kepala divonis 1 tahun 10 bulan penjara.

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Ongky dengan pidana penjara selama dua tahun.

“Menyatakan terdakwa (menyebut nama lengkap) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan sebagaimana dalam dakwaan Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan sepuluh bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Jasael.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa sebelumnya, terdakwa bersama dengan rekannya yang masih di bawah umur berinsial RN bermain di warnet depan Perumahan Anggara, Sagulung.

Ilustrasi

Kemudian OAS mengajak RN untuk berkeliling mencari helm dengan mengendarai sepeda motor miliknya.

“Kemudian terdakwa melihat saksi korban Wulan Sari sedang berjalan kaki di Kompleks Perumahan Mukakuning sambil memainkan handphone merek Oppo tipe A3S,” ujar jaksa Mart Mahendra Sebayang.

Dari adanya kesempatan itu, kemudian terdakwa memepet korban dari sebelah kanan dan merampas ponsel korban.

Saat itu, korban berusaha menahan ponselnya hingga terjadi tarik menarik yang kemudian terdakwa berhasil membawa kabur ponsel korban.

Akibat dari tarik menarik itu, korban kemudian tersungkur dan terjatuh ke aspal. Akibat perbuatannya korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 2,7 juta.(gie)