Sabtu, 11 April 2026

BPJS Kesehatan: Batam Kekurangan Dokter Spesialis

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam menyebut Kota Batam masih kekurangan dokter spesialis.

Bahkan peserta BPJS Kesehatan harus antre berbulan-bulan untuk bisa mendapat pelayanan dari dokter spesialis.

“Salah satunya dokter spesialis saraf terbatas. Pasien harus rela antre hingga tiga bulan. Ini terjadi di Rumah Sakit Batamkota,” kata Kabid SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Cabang Batam, Irfan Rachmadi, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, harusnya masyarakat Batam bisa mendapat kemudahan layanan kesehatan. Saat sakit, mereka tak perlu lagi memikirkan uang, rumah sakit, dokter bahkan obat.

“Kami BPJS Kesehatan hanya bisa menjembatani peserta untuk peserta dapat pelayanan maksimal. Namun kenyataanya banyak yang serba terbatas,” jelas Irfan.

Selain keterbatasaan dokter spesialis, keluhan yang banyak dari peserta, adalah keterbatasaan ruang ICU. Sehingga akhirnya peserta dirujuk ke daerah lain.

Ilustrasi

“Padahal resiko pasien yang harusnya masuk ICU itu sudah dipastikan sekarat. Ditakutkan terjadi hal yang tak diinginkan karena perjalan jauh,” jelas Irfan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat peduli dan mencari jalan keluar atas keterbatasan dokter spesialis hingga ruang ICU.

“Ini untuk kepentingan dan kesehatan masyarakat juga. Kami BPJS tak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.

“Ada pun mitra itu terbatas, pemerintahlah yang bisa mewujudkan ini semua,” papar Irfan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengklaim dokter spesialis di Batam sudah lebih dari cukup.

Terkait dokter spesialis saraf menurutnya ada di beberapa rumah sakit. Seperti RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam.

“Kenapa orang mau ke satu rumah sakit saja, kan ada rumah sakit lain. Kalau antre di Elisabeth, bisa ke dokter spesialis saraf di RSUD dan RSBP,” terang Didi.

Menurut dia, dokter spesialis saraf itu spesialis yang kurang populer dan tidak banyak peminat saat pendidikan. Meski begitu, dokter spesialis ini cukup untuk Batam.

“Untuk jumlahnya saya nggak hafal,” pungkas Didi.(she)

Update