batampos.co.id – Pemko Batam melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) gencar melaksanakan operasi pasar di berbagai wilayah Kota Batam.
Operasi pasar ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru.
Kecamatan Batuaji yang berpenduduk padat menjadi salah satu fokus perhatian dari TPID dan sudah dua kali dilaksanakan di sana.
Sebelumnya operasi pasar digelar di perumahan Taman Lestari Kelurahan Kibbing, Rabu (11/12/2019) lalu. Operasi serupa kembali digelar di depan Fasum pasar Fanindo, Jumat (13/12/2019).
Ribuan warga memadati lokasi operasi pasar dan berburu kebutuhan pokok yang dijual dengan harga miring.
Puluhan distributor juga antusias menjajakan dagangan mereka yang rata-rata kebutuhan harian rumah tangga.
Camat Batuaji, Ridwan, menyambut baik operasi pasar tersebut.
Diapun mengerahkan seluruh jajarannya untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait keberadaan operasi pasar itu.

“Alhamdulilah, hampir semua masyarakat tahu. Mereka sangat terbantu,” ujar Ridwan.
Kata dia, operasi pasar kedua di Batuaji ini, dihadiri Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin.
Jefridin bahkan memimpin langsung operasi pasar ini. Dia memeriahkan operasi pasar dengan pengeras suara.
“Alhamdulillah saya sangat senang dapat membahagiakan ibu-ibu belanja dengan harga murah di bawah harga pasar,” terang Jefridin.
Dalam operasi pasar itu, bawang putih perkilo dijual Rp 25 ribu. Begitu juga cabai hijau dijual Rp 17 ribu perkilogramnya.
Barang yang disediakan cukup lengkap. Seperti beras bulog, gula, daging sapi beku, telur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kentang, sayur mayur, ikan, mentega, tepung, minyak goreng, susu.
“Barang-barang tersebut kita dapat langsung dari distributor,” jelas Jefridin.
Jefridin menjelaskan, operasi pasar ini merupakan upaya Pemko mengintervensi harga pasar agar tidak melonjak jelang Nataru.
Tujuannya tak lain hanyalah bisa menekan laju inflasi Kota Batam menjelang akhir tahun.
Sudah tentu harga komoditas pangan dengan yang langsung dari distributor kepada masyarakat membawa dampak baik bagi warga.
“Semua masyarakat boleh berbelanja di operasi pasar TPID ini. Tidak ada pakai kupon,” ujarnya.(eja)
